Bandara Bali Tidak Terdampak Erupsi Gunung Agung

216
Bandar Udara Ngurah Rai. -Dok: CDN

DENPASAR – Operasional penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, tidak terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Agung yang terjadi pada Rabu (13/6/2018) pukul 11.05 WITA.

Sebaran abu mengarah ke barat laut mengikuti arah angin. “Operasional penerbangan aman mengingat bandara berada jauh di sebelah selatan Gunung Agung,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat PT Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Arie Ahsanurrohim di Denpasar, Rabu (13/6/2018).

Lalu lintas penerbangan, masih beroperasi seperti biasa. Termasuk pelayanan untuk arus mudik dan libur panjang Lebaran masih berlangsung lancar. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut, abu vulkanik mengarah ke barat laut dengan kecepatan sekira 15 knot mengikuti arah angin.

Berdasarkan citra satelit cuaca Himawari, penyebaran abu vulkanik gunung setinggi 3.142 meter di atas permukaan laut itu sudah tidak terdeteksi. Data yang diperbaharui BMKG pukul 16.00 WITA menyebut, berdasarkan observasi Stasiun Meteorologi Kelas I Ngurah Rai juga tidak teramati adanya abu vulkanik.

Kepala Pusat Vulknologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) Kasbani mengatakan, gunung api tertinggi di Bali itu erupsi, melontarkan abu berwarna kelabu berintensitas tebal dengan tinggi kolom sekitar 2.000 meter dari puncak. “Erupsi itu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi kurang lebih 2 menit 12 detik,” katanya.

PVMBG menyebut, status Gunung Agung saat ini masih berada level III atau siaga. Zona Perkiraan Bahaya yaitu di seluruh area di dalam radius empat kilometer dari kawah puncak gunung. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...