Banjir di Konawe Utara Terus Meluas

261
Ilustrasi - Banjir - Dok: CDN
KENDARI – Musibah banjir akibat curah hujan tinggi dalam sepekan terakhir, kini terus meluas hingga tiga kecamatan di Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara, dan merendam lahan persawahan serta pemukiman warga setempat.
Bupati Konawe Utara, Ruksamin, melalui saluran telepon dari Wanggudu, Selasa (26/8/2018), mengimbau warga waspada mengantisipasi peningkatan ketinggian air dan meluasnya air bah.
“Tiga kecamatan yang sudah disasar banjir adalah Kecamatan Langkikima, Asera dan Andowia. Banjir tersebut mengakibatkan ruas jalan trans Sulawesi tidak dapat dilalui,” kata Bupati Ruksamin, didampingi Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konawe Utara, Djasmiddin.
Sedangkan di Kecamatan Asera, banjir menyasar Desa Tapuwatu, Walalindu dengan ketinggian air sudah lebih satu meter. Desa Puuwanggudu dan di Ala Wanggudu, air sudah mulai masuk ke pemukiman dengan ketinggian sekitar 50 centimeter.
Kecamatan Andowia, Desa Laronanga dan Puusuli air sudah mulai naik dan mengancam pemukiman warga.
Ia mengimbau warga yang rumahnya terendam banjir atau dalam ancaman air bah, agar mengamankan diri di tempat atau rumah warga lain yang dalam posisi aman, yakni posisi ketinggian atau jauh dari lokasi banjir.
Ancaman banjir di Konawe Utara pada musim penghujan karena luapan air bah dari beberapa aliran sungai, yakni Sungai Linomoyo, sungai Landawe dan sungai Lasolo.
Musibah banjir melanda Kabupaten Konawe juga terjadi akhir Mei 2018 yang mengakibatkan puluhan unit rumah warga terendam banjir di Desa Landawe, Tamba Kua Desa dan Polora Indah Kecamatan Wiwirano. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...