Banyuwangi Bangun Jalan Alternatif di Lintas Timur

193
Ilustrasi - Dok: CDN
BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, membangun jalan alternatif di lintas timur, untuk membuka akses kawasan pinggiran dari utara ke selatan.
“Jalan lintas timur (JLT) ini untuk membuka akses kawasan pinggiran Banyuwangi dari utara hingga selatan, menjadi jalan alternatif yang memperlancar aktivitas ekonomi maupun pendidikan masyarakat,” kata Bupati Abdullah Azwar Anas, saat meninjau pembangunan jalan itu di Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Jumat (29/6/2018).
JLT adalah jalan alternatif yang membentang dari sisi utara ke selatan Banyuwangi, melalui pesisir pantai. Jalan tersebut dimulai dari wilayah pesisir Kelurahan Lateng yang terletak di Kecamatan Kota, menembus beberapa daerah di Kecamatan Blimbingsari, Rogojampi, lalu Muncar. Jalan alternatif itu sepanjang sekitar 35 kilometer.
“Pembangunan JLT juga untuk mengurai kemacetan arus lalu lintas menuju Kota Banyuwangi. Karena kami yakin, ke depan lalu lintas di Banyuwangi akan semakin padat seiring dengan perekonomian daerah yang terus tumbuh,” ujar Anas.
Pembangunan jalan itu menelan dana Rp32 miliar, dengan sistem beton cor dan dilapisi hotmix di bagian atasnya.
“Jalan ini kami bangun dengan sistem beton cor dan dilapisi hotmix, agar kuat dan tidak gampang rusak, karena kondisi tanahnya yang labil,” ujar Anas.
Anas melanjutkan, saat ini pemerintah memulai pengerjaan JLT dari ujung utara dan selatan secara pararel. Dari arah utara mulai digarap dari Jalan Bilitung, Kelurahan Lateng, menuju Pantai Boom dengan konstruksi jalannya menggunakan beton cor berketebalan 10 cm.
“Sengaja kami pakai konstruksi beton cor, karena jalannya menuju ke pantai sehingga membutuhkan rangka yang kuat, agar tidak mudah rusak,” ujarnya.
Sementara itu, JLT dari arah selatan dimulai dari arah kawasan Tembokrejo menuju Sumbersewu, Kecamatan Muncar. Untuk sisi ini, pemerintah tidak membangun jalan baru, melainkan hanya memperlebar jalan yang sudah ada dari sebelumnya lebar 4 meter menjadi 6 meter.
“Kami targetkan akhir tahun ini bisa selesai,” kata Anas.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemkab Banyuwangi, Mujiono, menambahkan, selain JLT, pemerintah juga melebarkan sejumlah jalan atlernatif yang menghubungkan antardesa dan kecamatan. Di antaranya, jalan lingkar Rogojampi, dari ruas jalan jurusan Desa Labanasem menuju Desa Gombolirang, Kecamatan Kabat, dan jalan menuju Kecamatan Glenmore lewat Kecamatan Sempu.
“Pelebaran jalan terusan itu diperlukan, mengingat jalan lingkar barat Rogojampi diproyeksi menjadi jalan alternatif kendaraan bertonase berat dari arah Banyuwangi menuju Kecamatan Genteng dan sebaliknya. Sehingga, ini bisa menjadi alternatif jika jalan poros Kota Rogojampi mengalami kepadatan,” katanya. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...