Baznas Malang Beri Pinjaman Modal Tanpa Bunga ke UKM

Editor: Koko Triarko

171
MALANG – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Malang telah memberikan bantuan modal tanpa bunga dan tanpa jaminan kepada ribuan Usaha Kecil Menengah (UKM).
Melalui bantuan modal tersebut, diharapkan mampu secara bertahap turut mengentaskan kemiskinan di kota Malang.
“Besaran pinjaman modal yang kita berikan tergantung kebutuhan peminjam, mulai dari 1-5 juta rupiah,” jelas ketua Baznas Kota Malang, M. Fauzan Zenrif, usai memberikan santunan kepada anak yatim di Malang, Kamis (7/6/2018).
Dikatakan Fauzan, pinjaman modal tanpa bunga tersebut merupakan gerakan kejujuran dan gerakan komunitas yang ingin maju dengan kejujuran. Karena itu, mereka yang tidak jujur atau yang tidak mau mengembalikan pinjamannya akan di coret dan tidak akan didampingi lagi.
Hanya saja, menurutnya, kasus tersebut jarang terjadi, kebanyakan para peminjam sudah bisa mengembalikan pinjaman dalam kurun waktu 6-8 bulan.
“Untuk pengembalian pinjaman tergantung dari pendapatan mereka. Kalau mereka sehari pendapatannya 25 ribu, lalu mereka mengembalikannya setiap hari hanya 2 ribu, ya akan lama pengembaliannya. Tapi, rata-rata mereka sudah bisa mengembalikan pinjaman selama 6-8 bulan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Fauzan menyebutkan, bahwa tidak ada syarat khusus bagi mereka yang ingin meminjam modal dari Baznas, cukup fotokopi KTP dan KK.
“Setelah itu kami lakukan verifikasi lapangan dan verifikasi faktual. Kalau menurut tetangganya orang tersebut jujur, maka kita kasih mereka pinjaman,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Malang, Wasto, yang turut hadir dalam pemberian santunan anak yatim, mengaku salut dengan apa yang telah dilakukan oleh Baznas untuk membantu UKM.
“Saya salut dengan Baznas yang mampu mendidik dan membina para UKM yang jumlahnya sudah cukup banyak, mencapai angka 4.200 UKM. Pembinaan disertai bantuan modal ini tanpa bunga, sangat luar biasa, karena secara ekonomi dalam memenuhi kebutuhan duniawi masyarakat bisa dibina, dan kebutuhan akhiratnya juga bisa didampingi dalam rangka untuk peningkatan spiritualnya,” jelasnya.
Menurut Wasto, hal inilah yang membedakan kredit-kredit yang dikelola oleh lembaga nonkeagamaan dengan yang di kelola oleh lembaga kagamaan. “Dunia akhiratnya, tercapai”, katanya.
Masyarakat yang awalnya sebelum mendapat pembinaan sekaligus pinjaman tanpa bunga dari Baznas masih dikategorikan miskin, namun setelah adanya pembinaan dan bantuan modal dari Baznas, predikat miskin tersebut sudah ditinggalkan.
“Karena itu, saya yakin setahap demi setahap dengan semakin banyaknya masyarakat miskin yang dibantu Baznas, pada saatnya nanti kemiskinan di kota Malang bisa teratasi,” pungkasnya.
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.