Bebek, Kuliner Wajib Idul Fitri di Kepanjen

Editor: Satmoko Budi Santoso

411

MALANG – Hari Raya Idul Fitri identik dengan makanan khas daerah, seperti opor. Biasanya ayam atau sapi sebagai isiannya.

Namun, masyarakat yang tinggal di Dusun Tegaron, Desa Panggungrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, lebih memilih bebek sebagai menu utama. Entok atau bebek muscovy merupakan salah satu unggas yang banyak ditemui di Indonesia.

Entok hampir sama dengan bebek, namun unggas yang satu ini memiliki postur tubuh yang lebih besar. Meski begitu, entok dan bebek sama-sama memiliki daging yang bisa dikonsumsi.

Mas Nan, salah seorang warga mengatakan, tradisi membuat opor dari daging Entok sudah berlangsung sejak lama, dan sudah menjadi keharusan, menjadi menu primadona di saat hari raya besar keagamaan.

“Daging Entok ini lembut dan khas Mas, jadi enak untuk dikonsumsi,” ucap pria dengan anak tiga itu, saat ditemui, Sabtu (16/6/2018).

Mas Nan saat memegang Entok untuk dikonsumsi saat Hari Raya Idul Fitri dibuat opor. Foto: Sultan Anshori.

Mas Nan menambahkan, selain dibuat opor waktu hari raya, baik Idul Fitri dan Idul Adha, daging Entok ini juga sering disajikan saat ada hajatan lain di masyarakat seperti selamatan rumah, sunatan, perkawinan atau selamatan kampung.

“Selain itu, di balik rasanya yang nikmat, daging Entok ini juga memiliki keunggulan lain, yaitu dagingnya memiliki kandungan nutrisi serta manfaat yang ternyata baik bagi kesehatan tubuh. Di antaranya cocok untuk program diet, memperbaiki kerusakan otot, serta mencegah terjadinya anemia,” paparnya.

Selain daging, telur dan bulu Entok juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Telur misalnya bisa dibuat untuk jamu sebagai pengganti telur ayam.

 

Baca Juga
Lihat juga...