Berseragam Pramuka, Monica Rela Kepanasan Bantu Sesama

Editor: Koko Triarko

261
YOGYAKARTA – Di bawah sengatan terik sinar matahari dan padatnya arus kendaraan, Monica Valentine Devi (17), tampak sibuk membantu mengatur lalu lintas. 
Gadis manis kelas 2 SMA Santa Maria Yogyakarta itu nampak tak sedikit pun mengeluh, meski kulitnya terbakar dan peluhnya mengucur deras.
Dengan seragam Pramuka, ia tak henti membantu pejalan kaki menyeberang jalan atau memberikan aba-aba bagi pengendara.
“Kadang jengkel ada pengendara yang ngeyel. Kadang juga kesal karena banyak yang menggoda,” ujarnya, saat ditemui di perempatan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Senin (18/6/2018).
Monica merupakan salah satu dari sekian banyak anggota Gerakan Pramuka Kwartir Yogyakarta yang ditugaskan membantu pengamanan arus lalu lintas selama Lebaran 2018.
Bersama sejumlah rekannya, ia secara bergantian berjaga di sejumlah titik vital dan keramaian, seperti di kawasan Tugu Yogyakarta, Titik Nol, Stasiun Lempuyangan, dan sebagainya.
“Saya tidak ditunjuk sekolah, tapi memang sengaja mengajukan diri sebagai sukarelawan,” ujarnya.
Monica mengaku terpanggil menjadi sukarelawan, karena ingin membantu sesama. “Ini baru pertama kali. Ya, pengen bantu aja, nolong orang. Kebetulan saya juga tidak merayakan lebaran,” tuturnya.
Selain dapat berkontribusi membantu masyarakat, Monica mengaku mendapat banyak pelajaran berharga selama menjadi sukarelawan. “Bisa melatih kesabaran. Karena banyak pengendara yang tidak taat aturan. Apalagi, cuacanya panas terik. Jadi, harus rela berkorban, tidak takut hitam atau apa,” katanya.
Andalan Kwartir Gerakan Pramuka Cabang Kota Yogyakarta, Agung Budi Putranto, menyebut ada puluhan anggota Gerakan Pramuka yang diterjunkan dalam kegiatan pengamanan lalu lintas Lebaran.
Mereka mayoritas adalah siswa-siswi SMA-SMK di Yogyakarta. Selain di Titik Nol Kilometer, mereka juga disebar di lokasi keramaian lain, seperti Tugu, Abu Bakar Ali, Stasiun Lempuyangan, hingga Terminal Giwangan.
“Kegiatan ini merupakan pengamalan kode kehormatan Gerakan Pramuka. Yakni menolong sesama hidup dan membangun masyarakat,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, Gerakan Praja Muda Karana (Pramuka), merupakan organisasi pendidikan kepanduan asli Indonesia yang telah diakui dunia.  Embrio Gerakan Pramuka berdiri sejak masa prakemerdekaan yang merupakan gabungan berbagai organisasi kepanduan yang ada di Indonesia, baik itu bernafas kebangsaan maupun agama.
Dianggotai para pemuda, hingga saat ini Gerakan Pramuka masih tetap eksis bergerak membentuk pribadi pemuda Indonesia yang tangguh, disiplin, berakhlak mulia, berjiwa Pancasila, dan berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara.
“Gerakan Pramuka Yogyakarta patut berbangga, karena salah satu pemimpinya yakni Sri Sultan HB IX, merupakan Ketua Kwartir Nasional Pertama sekaligus Bapak Pramuka Indonesia,” katanya.
Baca Juga
Lihat juga...