Berwisata di Kota Denpasar dengan Delman Gratis

Editor: Satmoko

278

DENPASAR –  Sejak dibuka dan diresmikan oleh Wali Kota Denpasar pada 2017 lalu, program City Tour dengan menaiki dokar atau delman terus diminati oleh wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Program ini diluncurkan oleh pihak Pemkot Denpasar dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan ke City Tour Kota Denpasar. Muhammad Ridwan, salah seorang wisatawan domestik menyebutkan, program ini bagus dan bisa menjadi alternatif liburan bagi masyarakat yang ingin berwisata di Ibu Kota Provinsi Bali.

Selain itu, dengan program naik dokar gratis ini bisa turut serta melestarikan budaya dengan berwisata keliling kota sembari menaiki fasilitas yang sudah ada sejak zaman dahulu kala.

Muhammad Ridwan (kanan) salah seorang wisatawan domestik saat berlibur bersama keluarganya menggunakan fasilitas dokar gratis di Kota Denpasar.-Foto: Sultan Anshori.

“Ya bagus Mas. Ada alternatif liburan selain pergi ke pusat perbelanjaan (mall) atau wisata modern lain,” ucap Pria asli Pamekasan Madura, saat ditemui Minggu (3/6/2018).

Ridwan berharap, ke depan program naik dokar gratis ini bisa lebih dikemas menarik, termasuk informasi dengan adanya naik dokar gratis lebih digencarkan informasinya kepada masyarakat. Mengingat tidak semua masyarakat terutama wisatawan mengetahui.

“Ya intinya bagus, namun lebih baik dikemas lebih menarik lagi. Termasuk cara antri untuk menaiki fasilitas dokar ini, tadi saya lihat masih manual, Mas,” imbuh Ridwan.

Seperti yang diketahui, dalam program City Tour ini, Pemkot Kota Denpasar menyediakan setidaknya 20 armada dokar untuk memuat penumpang. Fasilitas dokar gratis ini bisa ditemui di sekitar Lapangan Puputan Kota Denpasar atau lebih tepatnya di depan Museum Bali. Menariknya, setiap kusir diwajibkan memakai baju adat Bali setiap kali beroperasi.

Wayan Timba salah seorang kusir dokar gratis mengatakan, dokar gratis ini beroperasi dua kali dalam seminggu, yaitu di hari Sabtu dan Minggu. Sementara untuk jam operasional dari jam delapan hingga tiga sore.

Ia menjelaskan, dalam sebulan ia diberi intensif oleh pihak Pemkot sebesar Rp1.200.000. Intensif tersebut diberikan untuk biaya operasional.

“Untuk jam operasional kami sudah ditentukan Mas, mau hari Sabtu apa Minggu. Rutenya hanya di sekitar pusat kota dan jalan-jalan bersejarah seperti Jalan Gajah Mada, Jalan Veteran,” ucap bapak yang tinggal di Jalan Setiabudi Kota Denpasar ini.

Jadi jika Anda berlibur ke Bali, tidak ada salahnya untuk mencoba fasilitas wisata ini.

Lihat juga...

Isi komentar yuk