BI: Sistem Resi Gudang Tekan Inflasi di Manado

249
Ilustrasi BI - Dok. CDN
MANADO – Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sulut, Soekowardojo, mengataka, program sistem resi gudang (SRG) mampu menekan angka inflasi Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
“Surat resi petani bisa dijadikan jaminan untuk pembiayaan, dan dinilai mampu kendalikan harga,” katanya di Manado, Rabu (20/6/2018).
Menurut Soekowardojo, jika harga kebutuhan pokok terkendali baik, khususnya volatile food yang biasa memicu inflasi, maka inflasi Kota Manado akan tetap stabil dan terjaga baik.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut, Jenny Karouw, mengatakan SRG di Sulut sebenarnya sudah siap untuk gudangnya, namun kelengkapannya yang perlu didukung.
Dia mengatakan, pada dasarnya program SRG sudah dan terus disosialisasikan di Sulut, dan pihak Kemendag datang langsung untuk memantau perkembangan dan kendala yang dihadapi.
Dia mengatakan, gudang SRG di Provinsi Sulut ada dua, yakni di Kabupaten Minahasa Selatan dan Kabupaten Bolaang Mongondouw.
Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulut, Hanny Wajong, mengatakan gudang yang dibuat oleh Kementerian Perdagangan di dua kabupaten tersebut memang masih ada kendalanya.
“Gudang yang berada di Kabupaten Minahasa Selatan, yakni fasilitas pendukung jalan, listrik,” jelasnya.
Sedangkan di Kabupaten Bolaang Mongondouw, katanya, tinggal mencari pengelola yang siap untuk melaksanakan SRG tersebut.
Namun intinya, yang paling penting mengubah pola pikir petani, agar bisa memanfaatkan SRG jika harga anjlok saat panen raya.
“Secara nasional, sudah ada 10 komoditas yang bisa masuk ke SRG, dan di Sulut baru tiga, yakni gabah, jagung dan rumput laut”, katanya. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...