BNN: Obat Batuk Komix Dapat Berefek Narkoba

Editor: Koko Triarko

384
Deputi Rehabilitasi BNN, Diah Setia Utami, -Foto: M Hajoran

JAKARTA — Badan Narkotika Nasional (BNN), mengungkapkan, selain maraknya narkoba jenis baru, banyak beredar obat medis yang disalahgunakan menjadi narkotika. Salah satunya, Pil PCC (Paracetamol, Cafein, dan Carisoprodol) dan yang terbaru adalah obat batuk Komix.

Hal ini disampaikan Deputi Rehabilitasi BNN, Diah Setia Utami, bahwa obat batuk Komix memiliki efek selayaknya mengkonsumsi narkotika, seperti melayang atau mabuk. Untuk itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan BPOM.

“Obat batuk Komix, membuat rasa seperti melayang bila dikonsumsi minimal lima sacet. Kita sudah kerja sama dengan Badan POM, karena wewenang medicalprecursor ada di mereka,” kata Diah, di Gedung BNN Jakarta, Selasa (26/6/2018).

Meski belum mendapatkan angka spesifik serta belum tercantum dalam undang-undang, kata Diah, tetapi pihak BNN mendeteksi penyalahgunaan obat batuk tersebut marak terjadi di daerah-daerah, terutama di kota-kota kecil.

“Kebanyakan di wilayah timur Indonesia, untuk kota besar yang kita ketahui banyak muncul kasus, seperti di Makassar dan Manado. Untuk kasus PCC, meski termasuk kategori medis, tetapi karena masuk penyalahgunaan narkoba, maka BNN juga turun,” ujarnya.

Legalitas penggunaan ganja untuk herbal disebutkan Diah tidak memungkinkan untuk obat epilepsi, karena belum diperbolehkan melalui UU. Sebab, hanya satu zat, yakni Canabinoid, dari 10 zat yang ada di ganja, dan proses ekstraksi membutuhkan alat khusus.

Tren penggunaan narkoba di Indonesia masih didominasi golongan amphetamine mulai dari ekstasi, sabu-sabu, serta derivatif lainnya.

“Meski secara tren penggunaan narkoba pada 2014 ada 2,2 persen dan menjadi 1,7 persen (3,3 – 3,8 juta orang) di 2017 dari total jumlah populasi, namun peredaran narkotika di Indonesia kian bertambah di kategori pemakai anak-anak dan perempuan,” jelasnya.

Baca Juga
Lihat juga...