banner lebaran

Bocah Korban Penculikan Ternyata Warga TTS

Editor: Mahadeva WS

149

MAUMERE – Jajaran Polres Sikka memastikan, anak perempuan bernama Metriana Kamlasi (9) yang mengaku dibawa seorang ibu menumpang pesawat dari Maumere ke Kupang bukan berasal dari Desa Talibura.

Hal tersebut diperoleh setelah petugas dari Polres Sikka melakukan pengecekan ke SD Inpres Talibura dan menemui warga di Desa Talibura. “Setelah mendapat informasi dari Polsek Oebebo Polres Kupang Kota tentang kejadian penculikan anak, petugas kami langsung mendatangi alamat yang disebutkan dan ternyata tidak ada nama tersebut,” ungkap Kapolres Sikka AKBP Rickson PM Situmorang,SIK, Kamis (14/6/2018).

Sebelumnya seorang anak ditemukan di Kupang dalam kondisi terlantar. Anak tersebut mengaku sebagai siswa di SD Inpres Talibura. (Baca : https://www.cendananews.com/2018/06/seorang-bocah-diajak-orang-tak-dikenal-naik-pesawat-ke-kupang.html ).

Tim dari Polres Sikka merespon informasi tersebut dengan bergerak ke Desa Talibura guna mencari tahu identitas anak yang ditemukan di Kupang tersebut. Petugas menemui Keluarga Melkisedek Brekmans dan menanyakan tentang anak yang ditemukan di di Kupang tersebut. Namun keluarga Melkisedek tidak mengenali korban tersebut meski anak tersebut menyebutkan nama ayahnya Melkisedek dan beralamat di Talibura.

Kapolres Sikka AKBP Rickson PM Situmorang,SIK. Foto : Ebed de Rosary

“Pukul 11.30 WITA tim dari Polres Sikka melanjutkan perjalanan de Darat Gunung, Kecamatan Talibura dan menanyakan beberapa masyarakat tentang identitas dan foto anak atau korban yang ditemukan di Kupang. Namun tidak ada masyarakat yang mengenali korban,” Tambah Rickson.

Tim dari Polres Sikka, juga menghubungi Avsec Bandara Maumere dan perwakilan  maskapai penerbangan. Hasil konfirmasi ke manifes penumpang dan gambar CCTV korban dari hari Senin 11 Juni hingga Kamis 14 Juni 2018 tidak ditemukan nama korban. Kemudian pada pukul 12.15 WITA, Tim menerima telepon dari Panit II Reskrim Polsek Oebobo Polresta Kupang Aiptu Frits Sia yang menyampaikan bahwa korban sudah di ketahui asalnya.

Korban diketahui berasal dari Oinlasi, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Korban menyebut tempat Nangahale dan Talibura, di kabupaten  Sikka karena disuruh oleh ibu yang membawanya ke Kupang. Dengan informasi tersebut, saat in aparat melakukan pelacakan identitas ibu yang membawa anak tersebut ke Kupang.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.