Dampak JTTS, Usaha Kecil di Jalinsum Alami Penurunan Omset

390

LAMPUNG — Sejumlah pemilik usaha di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) mulai merasakan dampak beroperasinya Jalan Tol Trans Sumatera ruas Bakauheni, Lampung Selatan-Terbanggibesar, Lampung Tengah. Meski baru beroperasi sepanjang 8,9 kilometer namun dampak secara ekonomi sudah dirasakan oleh sejumlah pelaku usaha.

Pemilik usaha rumah makan, sejak setahun terakhir hanya ada lima relasi kendaraan AKAP yang berhenti di rumah makan miliknya dan menggunakan jasa cuci pakaian terutama para pengemudi dan kondektur.

“Sebelum jalan tol beroperasi sehari ada sebanyak puluhan kendaraan bus, travel dan kendaraan pribadi berhenti untuk makan dan sebagian memanfaatkan jasa cuci pakaian,” terang Kartini saat ditemui Cendana News di Jalinsum KM 03 Bakauheni, Selasa (19/6/2018).

Kartini (kiri) pemilik usaha jasa cuci pakaian dan rumah makan yang alami penurunan omzet pasca beroperasinya jalan tol Sumatera [Foto: Henk Widi]
Kartini menyebutkan, dari hasil usaha rumah makan dalam satu hari mencapai Rp2juta hingga Rp3juta. Namun saat ini hanya Rp500 ribu pe rhari bahkan bisa kurang. Usaha rumah makan yang sudah beroperasi sejak lima tahun silam bahkan terpaksa ditutup akibat perputaran uang yang mulai terhambat.

“Khusus untuk usaha jasa cuci, sebelum tol beroperasi bisa melayani hingga 300 kilogram per bulan, kini hanya 50 kilogram,” sebutnya.

Omzet sekitar Rp3 juta perbulan bahkan tidak lagi diperolehnya karena hilangnya relasi kendaraan. Layanan jasa cuci pakaian kini hanya melayani sejumlah pekerja pelabuhan dan warga di wilayah Bakauheni.

Selain Kartini, pemilik usaha lain juga mengalami dampak beroperasinya jalan tol trans Sumatera yakni Septian (28) salah satu pemilik usaha jual beli pakaian juga merasakan imbas beroperasinya jalan tol.

Semenjak semakin sedikitnya kendaraan berhenti di rumah makan yang dikelola sang ibu, omzet penjualan pakaian miliknya bahkan menurun drastis karena tidak ada penumpang berhenti.

“Pembeli pakaian dominan para penumpang bus dan travel jarak jauh yang akan berganti pakaian, tapi kini sepi,” beber Septian.

Sebagai pelaku usaha kecil Septian menyebut strategi penjualan pakaian yang mulai menurun imbas tol diantisipasi dengan berjualan secara online. Toko penjualan pakaian yang sudah jarang dikunjungi pembeli secara langsung diakuinya menjadi tempat meletakkan stok pakaian yang akan dijual secara online.

Baca Juga
Lihat juga...