Dapat Tekanan, Teater Imam Bonjol Batal Mentas di Malam Takbiran

Editor: Mahadeva WS

830

PADANG – Teater Iman Bonjol (T-IB) Padang, Sumatera Barat, batal tampil mengisi acara dalam pergelaran Sumarak Syawal, Kamis (14/6/2018) malam 20.00 WIB. Batalnya UKM dari UIN Iman Bonjol Padang tersebut, karena terjadi perselisihan dengan Kabid Ekraf Dinas Pariwisata (Dispar) Sumbar Derliati.

Ketua Teater Iman Bonjol Padang Okky syahputra menjelaskan, persoalan dengan Kabid Ekraf Dispar Sumbar memuncak saat gladi resik (GR) di panggung halaman Kantor Gubernur Sumbar yang menjadi lokasi acara. Persoalan muncul setelah dalam gladi, sound dan mic tidak menyala.

Mendapati hal tersebut, Kabid Ekraf Dispar Sumbar naik ke panggung dan memarahi kru teater. Sementara sebelumnya kru teater sudah menyampaikan hal itu kepada panitia yang ada di panggung.  “Kami masih punya harga diri, kami dimarahi di depan umum padahal kesalahan bukan dari kami. Ini bukan kali pertama Kabid Ekraf mengintervensi kami, sejak dari awal kegiatan latihan. Puncaknya ya kemarin,” ungkap Okky, Kamis, (15/6/2018).

Persoalan lain adalah, adanya penambahan pementasan dari Dinas Pariwisata tanpa ada pembicaraan. Padahal teater sudah lebih dari dua bulan melakukan latihan siang dan malam. “Ada penambahan seharusnya jauh-jauh hari, Ini ada penambahan kami diminta menyesuaikan. Ketika ada bunyi sumbang ulah sound dan mic malah kami yang dimaki-makinya,” ujar Okky.

Teater Iman Bonjol awalnya, akan mengisi dua acara yakni musikalisasi berjudul Muhammad dan pementasan Sosial Keagamaan. “Naskah sudah, latihan sudah, bahkan kami berikan puisi untuk dacakan oleh Gubernur, Wakil Gubernur dan Pjs Walikota Padang untuk ditampilkan dalam kegiatan tersebut. Bahkan kami juga bersedia mendampingi kepada daerah menghayati puisi sebelum tampil,” sebutnya.

Pembina Teater Iman Bonjol Padang Firdaus Diezo mengatakan, masalah muncul setelah Kabid Ekraf meminta agar pemain teater turun karena dianggap tidak bisa main musik. Kata-kata itu dianggap menjadi penghinaan. “Dari awal Kabid sudah tidak bersahabat bahasanya merendahkan dan mencaci maki berseberangan dari bahasa yg seharusnya dituturkan oleh seorang Kabid. Dia menghardik kawan-kawan T-IB setiap kali berkunjung ke T-IB membentak-bentak tidak jelas,” tandasnya.

Firdaus menyebut, T-IB sudah berkali-kali mewakili Sumbar untuk kegiatan Peksiminas. Sementara kontrak kerja di acara Sumarak Syawal disebutnya tidak jelas. “Anggaran dia nego karena panitia juga butuh makan sebanyak 20 orang. Dari situ kami mulai  curiga ini acara gak beres, dan juga menwarkan sebagian nama masuk ke T-IB untuk dapat jatah. Apa yang terjadi di lokasi GR adalah puncak yang tidak bisa diterima oleh T-IB yang merendahkan T-IB dan Universitas Islam Negeri (UIN)  Imam Bonjol Padang di depan publik,” tegasnya.

Keluarga T-IB mendesak Gubernur dan Wakil Gubernur menyelesaikan persoalan ini. Dan juga mendesak oknum kabid meminta maaf secara terbuka dan tertulis ke T-IB dan media massa. Jika tidak mahasiswa UIN IB yang akan mendatangi kantor kabid ekonomi kreatif tersebut dan juga kantor gubernur.

“Dua bulan lebih mereka latihan, karena ulah oknum batal. Kami juga punya rekaman setiap kali pertemuan dengan Kabid yang bisa dipertanggungjawabkan. Tidak sepantasnya Dispar Sumbar punya orang seperti itu,” sebutnya.

Kepala Pariwisata Sumbar Oni Yulfian mengatakan, telah menyampaikan insiden tersebut kepada wakil gubernur dan akan mencari pengganti waktu yang semula diberikan kepada T-IB agar tidak kosong. “Arahan dari Pak Wagub kita cari dulu pengganti agar acara tidak kosong,” ujar Oni.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.