Delapan Bus Dikerahkan Atasi Kepadatan di Pelabuhan Bakauheni

Editor: Koko Triarko

266
LAMPUNG — Lonjakan arus penumpang dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa, membuat semua gangway Pelabuhan Bakauheni penuh sesak oleh antrean penumpang pejalan kaki.
Arus balik pemudik asal Sumatera yang sebagian sudah kembali ke Jawa ini, didominasi oleh keluarga yang membawa serta anak-anak. PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni pun menyediakan delapan unit shuttle bus untuk mengatasi kepadatan pemudik arus balik tersebut.
Ira Puspadewi (tengah) Direktur Utama PT. ASDP Indonesia dan Anton Murdianto (kanan) GM PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni [Foto: Henk Widi]
Direktur Utama PT. ASDP Indonesia Ferry, Ira Puspadewi, menyebut penanganan terhadap lonjakan penumpang dilakukan secara situasional. Saat terjadi lonjakan penumpang pejalan kaki didominasi wanita, anak-anak, penumpang pejalan kaki diarahkan ke shuttle bus di halaman Kantor ASDP Bakauheni. Pengoperasian bus tersebut membantu mengurai penumpukkan penumpang setelah membeli tiket di loket.
Menurutnya, petugas kapal berkoordinasi dengan pihak ASDP untuk mengarahkan penumpang pejalan kaki ke dermaga yang sudah disiapkan. Lonjakan arus penumpang pejalan kaki yang terlihat di area penjualan tiket pejalan tersebut, mengakibatkan antrean terjadi, meski hanya berlangsung sesaat.
Sementara, delapan unit bus yang disediakan memiliki kapasitas masing-masing 50 penumpang, sehingga bisa mencegah antrean di gangway.
“Langkah yang kita lakukan untuk mengurai penumpang pejalan kaki dengan membaca situasi, karena meski sebagus-bagusnya kita prediksi, kejadian di lapangan selalu dinamis, sehingga diperlukan untuk mengurai penumpukkan penumpang,” terang Ira Puspadewi, di loket pembelian tiket pejalan kaki Pelabuhan Bakauheni, Rabu (20/6/2018).
Selain pengoperasian shuttle bus, kapal besar juga dikerahkan untuk mengantisipasi penumpukkan penumpang di area gangway Pelabuhan Bakauheni.
Ira Puspadewi mengatakan, kapal dengan ukuran di atas 5.000 GT mampu memuat pejalan kaki dalam jumlah banyak. Kapal tersebut di antaranya KMP Portlink III yang berkapasitas 598 penumpang, KMP Virgo 18 berkapasitas 721 penumpang, KMP Athaya berkapasitas 745 penumpang.
Ira Puspadewi menyebut, sesuai prediksi, lonjakan arus pejalan kaki yang terjadi pada Rabu (20/6) ini, mulai berkurang dari jumlah pejalan kaki asal pulau Jawa yang menyeberang ke Sumatera, sebesar 146.413. Sesuai perhitungan, 69.332 pejalan kaki  sudah kembali ke Jawa, dan 77.081 pejalan kaki belum kembali ke Pulau Jawa.
“Semula kami memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada Selasa kemarin, tapi ternyata terjadi hari ini,” beber Ira Puspadewi.
Ira Puspadewi juga menyebut, sisa pemudik asal Sumatera yang belum kembali ke Pulau Jawa diprediksi akan terjadi pada Sabtu (23/6), terutama pemudik asal pulau Sumatera yang kembali ke Jawa. Sebagian pemudik juga diprediksi akan kembali pada Minggu (24/6), khususnya pekerja yang akan masuk kerja pada Senin (25/6).
Akibat lonjakan arus pejalan kaki dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa, sejumlah penumpang harus berdesakan. Imbasnya, empat calon penumpang pejalan kaki pingsan dan dibawa ke posko kesehatan.
Suwoyo, koordinator Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Panjang, mengatakan, 150 pemudik mengalami gangguan kesehatan langsung ditangani di posko kesehatan. Sebagian mengalami dehidrasi dan belum sarapan.
Suwoyo pun mengimbau, agar pemudik arus balik tetap menjaga stamina sebelum melakukan perjalanan.
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.