Dinkes Bali Bagikan 100 Ribu Masker

Editor: Koko Triarko

260
DENPASAR — Dinas Kesehatan Provinsi Bali, menyiapkan 100 ribu masker untuk disebar ke masyarakat, menyusul terjadinya erupsi Gunung Agung, pada Kamis (28/6/). Masker tersebut sudah stanby di beberapa Kabupaten di Bali.
“Kita sudah siapkan masker tersebut dan kebetulan itu sisa masker lama yang belum sempat dibagikan kepada masrakat,” ucap I Ketut Suarjaya, Kadis Kesehatan Provinsi Bali, Jumat (29/6/2018).
I Ketut Suarjaya, Kadis Kesehatan Provinsi Bali.-Foto: Sultan Anshori.
Selain itu, lanjut pria yang akrab disapa Suarjaya ini, pihaknya juga sudah menyiapkan petugas medis untuk diperbantukan ke beberapa posko pnengungsian.
Namun, karena belum terjadi mobilisasi pengungsi yang signifikan, sementara pihaknya menyiapkan petugas medis di puskesmas terdekat untuk memantau kondisi kesehatan dari pengungsi.
“Kami juga masih terus berkoordinasi dengan pihak BPBD setempat, terkait data pengungsi yang ada. Namun secara prinsip, kami sudah siap, termasuk fasilitas obat-obatan yang dibutuhkan,” tegas Suarjaya.
Menurutnya, biasanya beberapa penyakit yang sering dialami oleh para pengungsi seperti demam, batuk dan penyakit ringan lainnya. Hal tersebut biasanya disebabkan oleh faktor cuaca di pengungsian.
Sementara itu, dihubungi terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klungkung, Made Widi, mengatakan, sampai dengan saat ini belum ada masyarakat yang mengungsi di Kabupaten Klungkung.
Namun, pihaknya mengaku sudah siap menerima para pengungsi jika sewaktu-waktu terjadi hal lain. Pemerintah Kabupaten Klungkung setidaknya menyiapkan fasilitas milik daerah untuk dijadikan posko pengungsian seperti Gor Swace Pura, yang bisa menampung setidaknya 3.000 warga.
Selain itu, pihaknya juga menyiapkan Balai Budaya dan beberapa fasilitas pengungsian lain.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak PLN, Dinas PU Kabupaten Klungkung, dan instasi lain untuk menyiapkan diri jika ke depan terjadi mobilitas pengungsi semakin meningkat. Kami sudah siapkan sumur bor, dan kebutuhan lain bagi para pengungsi,” kata Made Widi.
Pihaknya juga menyediakan puluhan tenda pengungsian yang rencana akan dipasang di sekitar Gor Swace Pura, dan di beberapa titik pengungsian lain di Klungkung. “Secara prinsip, kami sudah siap,” tegasnya.
Gunung Agung kembali erupsi pada Kamis, (28/6). Berdasarkan hasil pemantauan dari pos pantau Gunung Agung, terlihat ketinggian asap akibat erupsi mencapai pada ketinggian 16.000 kaki dan 32 ribu kaki.
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.