banner lebaran

Dinkes Morotai Temukan Sejumlah Makanan Kedaluwarsa

277
Ilustrasi -Dok: CDN
TERNATE – Menjelang Idul Fitri 1439 Hijriah, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara (Malut), berhasil menemukan minuman dan makanan kedaluwarsa yang masih diperjualbelikan.
“Dari hasil sidak atau evaluasi monitoring itu, kami menemukan beberapa hasil di antaranya penyitaan kosmetik dan makanan kedaluwarsa berupa biskuit, susu formula dan bahan makanan lainnya,” kata Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinkes Pulau Morotai, Anwar H Heuvelman, melalui siaran pers, Kamis (14/6/2018).
Dinkes Pulau Morotai pada H-1 lebaran Idul Fitri melakukan sidak sembilan bahan pokok (Sembako), berupa makanan dan minuman yang sudah kedaluwarsa dan bahan berbahaya lainnya di setiap pasar dan swalayan yang ada di Morotai.
Kegiatan sidak ini dilakukan agar dapat memberikan perlindungan kepada masyarakat sebagai konsumen, sehingga konsumen merasa aman, nyaman dalam menggunakan dan mengkonsumsinya.
“Di lain sisi, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengontrol para produsen untuk tidak menjual bahan makanan, minuman dan obat yang merugikan masyarakat,” tambahnya.
Bahkan, kegiatan ini dilakukan di semua pasar dan swalayan yang ada di Pulau Morotai. Dan, pihaknya melakukan ini secara terpadu dan bersinergi untuk melihat produk-produk yang memenuhi syarat untuk dipasarkan ke konsumen.
Karena itu, kata Anwar, pengawasan dan monitoring ini untuk menjamin agar produk bahan produk dan obat yang dijual harus memenuhi syarat.
Sebelumnya, pihaknya juga menemukan obat-obatan yang ada di Apotik merupakan obat titipan dari dokter praktik rumah sakit yang dijual kembali dengan harga mahal.
Padahal, dengan kondisi masyarakat yang sudah memiliki kartu BPJS dengan angka presentase 99,11 persen, maka seluruh biaya pengobatan harus gratis.
Namun, karena dengan adanya praktik tersebut, sehingga masyarakat harus mengeluarkan biaya yang besar untuk mengakses kesehatan.
Menurutnya, sangat disayangkan tindakan praktek ilegal yang dilajukan oleh seorang dokter, dan jika dilihat dari jumlah insentif yang diberikan oleh Pemkab Morotai kepada para dokter, sudah sangat besar, yakni senilai Rp50 juta per orang. (Ant)
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.