hut

Politik Uang Hasilkan Pemimpin tak Amanah

Editor: Satmoko Budi Santoso

Juru Bicara Jaringan '98, Ricky Tamba. Foto: Ist

BANDAR LAMPUNG – Respon terhadap Pilkada Serentak 27 Juni 2018 membuat sejumlah kalangan bereaksi. Salah satunya dari Jaringan ’98 yang menganggp fenomena politik uang akan menghasilkan pemimpin yang tak amanah.

“Bila prosesnya saja tak benar, tak mungkin pemimpin hasil politik uang dan kecurangan pilkada akan mampu amanah memajukan daerah dan menyejahterakan rakyat. Kamis kemarin, misalnya, KPU dan Bawaslu RI, didemo minta Pilbup Lahat diulang. Bawaslu dan Polda Lampung juga digeruduk massa, juga banyak daerah lainnya. Artinya memang pilkada kemarin ini tak demokratis dan banyak kelemahan yang seharusnya tak ditolerir lagi,” ujar Juru Bicara Jaringan ’98, Ricky Tamba melalui pesan elektronik ke media, Sabtu (30/6/2018).

Sejauh ini, Bawaslu RI mencatat, ada 35 kasus politik uang, yang tersebar di antaranya di Sulawesi Selatan (8) Sumatera Utara (7), Lampung (7), Jawa Tengah (5), Sulawesi Barat dan Banten (2), serta Sulawesi Tenggara, Bangka Belitung, Jawa Barat, dan Jawa Timur (1).

Oleh sebab itulah, maka Jaringan ’98 juga mendesak pihak KPU dan Bawaslu beserta jajaran Gakkumdu Pilkada yang melibatkan Polri dan Kejaksaan dapat bersikap tegas, cepat dan tuntas dalam menangani kasus serta gejolak di berbagai daerah akibat politik uang dan kecurangan berupa manipulasi data maupun penyalahgunaan kekuasaan.

Perlu pula mempertimbangkan untuk mendiskualifikasi para Cagub dan Cabup yang menjadi otak politik uang dan kecurangan pilkada bila bukti valid dan saksi kuat.

Pihaknya juga menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk terus melawan politik uang dan kecurangan pilkada.

“Kalau puluhan hingga ratusan miliar rupiah dihamburkan jelang pencoblosan hanya untuk membeli suara dukungan jadi bupati dan gubernur, pasti ada skema dan modus korupsi anggaran serta kebijakan yang disiapkan untuk mengembalikan modal itu,” pungkas Ricky Tamba.

Ricky pun menegaskan, perlawanan terhadap politik uang harus sejak dini, mulai sekarang. Sebab, menyesal kemudian tak akan berguna. Rakyat kecil selalu menjadi korban.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!