Distan Sikka Terus Dorong Peningkatan Produksi Beras

Editor: Koko Triarko

213
Kepala bidang Sarana dan Pra Sarana (PSP) Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Markus Dua. -Foto: Ebed de Rosary
MAUMERE – Untuk meningkatkan produksi beras di kabupaten Sikka, Dinas Pertanian (Distan) setempat selain memberikan bantuan benih, bibit dan pupuk, juga memberikan bantuan sarana dan prasarana pertanian, termasuk sejumlah alat dan mesin pertanian (Alsintan).
“Kami setiap tahun selalu meningkatkan bantuan alat dan mesin pertanian untuk meningkatkan produksi tanaman pertanian, termasuk meningkatkan produksi beras untuk mencapai target swasembada pangan,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Ir. Hendrik B. Sali, melalui Kabid Sarana dan Pra Sarana Pertanian, Markus Dua, Senin (25/6/2018).
Menurut Markus, bantuan yang diberikan berdasarkan usulan dari kelompok tani melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) dari desa, kecamatan hingga kabupaten. Juga bantuan melalui Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD Sikka.
“Memang banyak usulan melalui proposal yang masuk ke kami ,namun semua bantuan tersebut harus disesuaikan dengan dana APBD Sikka, sehingga harus diseleksi secara ketat dan alokasinya bertahap kepada kelompok tani yang mengajukannya,” ungkapnya.
Dari usulan Musrembang 2016 yang dialokasikan pada 2017, beber Markus, bantuan mesin perontok padi hanya dialokasikan kepada 7 kelompok tani dari belasan kelompok tani yang mengajukannya. Alsintan yang banyak disalurkan berupa handtractor atau traktor tangan.
“Fokus kami lebih kepada bantuan traktor tangan yang diberikan kepada setiap kelompok, untuk membajak lahan pertanian, baik lahan basah maupun lahan kering. Untuk 2017, ada 33 traktor tangan yang diberikan, sementara pada 2018 akan ditingkatkan,” sebutnya.
Untuk mengatasi kekurangan air, ungkap Markus, Dinas Pertanian juga mengalokasikan mesin pompa air untuk dipergunakan saat musim kemarau. Petani juga bisa memanfaatkannya untuk menanam tanaman holtikultura usai panen padi dan jagung.
“Untuk mesin pompa air, kami berikan 17 unit kepada 17 kelompok tani di 6 kecamatan, agar bisa dimanfaatkan saat musim kemarau dengan memompa air dari sumur bor, guna dialirkan ke lahan pertanian,” terangnya.
Menunjang kegiatan pascapanen, lanjut Markus, Dinas Pertanian Sikka juga mengalokasikan bantuan alat pengiris keripik, baik singkong maupun pisang kepada satu kelompok tani.
“Selain itu, juga diberikan bantuan mesin penggiling padi sebanyak 5 unit untuk kelompok tani di 3 kecamatan, yakni Paga, Magepanda dan Tanawawo”, paparnya.
Wakil Bupati Sikka, Drs. Paolus Nong Susar, mengatakan, sejumlah bantuan di sektor pertanian termasuk sarana dan prasarana pertanian, memberikan dampak terhadap peningkatan produksi beras sejak 2015 hingga 2017, untuk mencapai swasembada pangan.
“Produksi sektor pertanian dalam hal ini beras, pada 2014 ditargetkan sebesar 64.401 ton, realisasinya hanya 63.308 ton. Pada 2015 targetnya dinaikkan sebesar 65.696 ton, realisasinya 71.102 ton atau meningkat dibandingkan tahun sebelumnya setelah gencar disalurkan bantuan ke kelompok tani,” ujarnya.
Selain itu, tambah Nong Susar, sapannya, pada 2016 ditargetkan sebesar 66.353 ton, realisasinya pun meningkat sedikit sebesar 67.659 ton, meskipun jumlah produksinya masih di bawah tahun sebelumnya.
“Pada 2017, target sebesar 67.016 ton, realisasinya sebesar 67.983 ton. Terhadap capaian sampai dengan 2017, dibandingkan dengan target Akhir Tahun RPJMD (67.686 ton), maka realisasinya sudah mencapai target atau 100,44 persen”, pungkasnya.
Baca Juga
Lihat juga...