banner lebaran

Distribusi Gas 3 Kg di Garut Kembali Normal

232
Gas Melon, ilustrasi -Dok: CDN
GARUT – Pendistribusian gas subsidi 3 Kg di Kabupaten Garut, Jawa Barat, sudah kembali normal, setelah sempat terjadi kekosongan di sejumlah daerah, pada beberapa hari sebelum dan sesudah Lebaran.
“Sekarang sudah ada pengiriman lagi gas tiga kilo, sebelumnya memang tidak ada,” kata pengecer gas subsidi, Sudaryatno, di Kampung Lengkong Kaler, Desa/Kecamatan Samarang, Garut, Rabu (20/6/2018).
Ia menuturkan, beberapa hari sebelum dan sesudah lebaran tidak ada gas, karena tidak dipasok oleh distributor yang biasa memasok gas ke warung wilayah Kampung Lengkong Kaler.
Pengiriman gas, kata dia, baru dilakukan kembali Selasa (19/6) dengan jatah yang diberikan oleh distributor hanya lima tabung gas subsidi.
“Hanya dikasih lima tabung, padahal kebutuhan di warung saya seminggu bisa lebih dari 20 tabung,” katanya.
Ia berharap, distributor menambah pasokan gas untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di kampungnya yang kebanyakan kalangan masyarakat kurang mampu.
“Seharusnya pasokan yang harus selalu ada itu di kampung, karena di kampung sini warga betul-betul membutuhkan gas subsidi dari pemerintah,” katanya.
Manajer Legal PT. Al Sahal Putra Utama Sejahtera dan PT Karya Utama Abadi Jaya, sebagai agen dari Pertamina, Evi Hartaz Alvian, mengatakan, pihaknya sudah mengantisipasi kelangkaan gas dengan menggelar operasi pasar dan menambah kuota pendistribusian untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada libur lebaran.
Terkait adanya kelangkaan di masyarakat, kata dia, bukan karena tidak ada gas di agen, tetapi terlambatnya pendistribusian dari pangkalangan ke pengecer.
“Sebenarnya tidak terjadi kelangkaan gas 3 kg, hanya ada keterlambatan dalam pendistribusian ke setiap penyalur pengecer, yang mana kondisi ini diakibatkan sopir yang biasa menarik saat lebaran pada libur, serta kondisi kemacetan juga ikut berpengaruh,” katanya.
Ia menambahkan, jumlah yang dipasok Pertamina untuk Kabupaten Garut sudah lebih dari cukup, bahkan dilakukan penambahan untuk mengimbangi terjadinya peningkatan penggunaan gas di masyarakat saat libur Lebaran.
“Mau Lebaran pasti naik dua kali lipat penggunaan gas di setiap rumah,” kata Evi. (Ant)
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.