Ditinggal Penduduknya Mudik, Lalu Lintas di Jakarta Lengang

Editor: Makmun Hidayat

343

JAKARTA — Pemandangan berbeda terlihat di ibukota Jakarta yang saban harinya krodit dengan kemacetan. Kini tampak sepi dan lengang karena ditinggal mudik penduduknya.

Kondisi jalanan ibukota yang lengang mulai terjadi pada Senin (11/06/2018). Jalan Kalibata, BIN, Cililitan, Pasar Minggu, Gatot Subroto, Tendean yang setiap harinya selalu langganan macet, kini terlihat sepi dan lancar hingga Kamis (14/06/2018).

Pantauan Cendana News sebelumnya, pada puncak arus mudik, macet mulai menggila di beberapa ruas jalan sejak Selasa (12/06/2018) malam hingga Rabu (13/06/2018). Arus lalu lintas di sejumlah jalan tol maupun jalan arteri mengalami kemacetan parah, bahkan hingga puluhan kilometer.

Aparat kepolisian dengan segala upaya terus mencoba untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas tersebut.

Arus lalu lintas Jalan Kalibata, Jakarta, menjelang arus mudik – Foto: M. Fahrizal

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), melalui Tim Siaga Sapta Taruna PUPR, menyebut puncak arus mudik mengalami kepadatan yang parah ini memang sudah diprediksi sebelumnya. Ini dinamakan puncak arus mudik jilid II, yang jatuh pada 12 dan 13 Juni 2018.

Tidak hanya itu, PUPR juga telah menyiapkan 588 Posko Siaga Sapta Taruna seluruh Indonesia di jalan Nasional untuk membantu mengurai kepadatan arus mudik tahun ini.

Pantauan Cendana News di beberapa titik macet menggila di sejumlah jalur mudik yakni Ruas Tol Jakarta-Cikampek yang hampir pasti dilalui para pemudik yang menuju ke sejumlah daerah di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Tak ayal hal ini membuat ruas tol ini padat merayap.

Kepadatan diruas tol ini sudah terjadi sejak memasuki Selasa (12/06) malam. Antrean panjang kendaraan terlihat dari pintu tol Cikarang Utama dan di sejumlah rest area tol tersebut. Hingga malam, kemacetan panjang semakin parah, ujung antrean kendaraan sudah sampai Cikunir, Kampung Rambutan, hingga Cawang.

Puncak kemacetan panjang terjadi pada Rabu (13/06), ini menjadi mudik macet terparah karena diberlakukan one way terpanjang dalam sejarah yakni 182 kilometer dari tol Cikampek hingga Kanci.

Di sisi lain, bagi pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua sudah diarahkan dengan papan petunjuk arah dadakan. Pengendara roda dua diarahkan melalui Kalimalang untuk selanjutnya memasuki wilayah utara.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.