DP3AKB Balikpapan Edukasi Bahaya Gadget Bagi Anak

Editor: Koko Triarko

255
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB), Sri Wahyuningsih. –Foto: Ferry Cahyanti
BALIKPAPAN — Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB), terus menyosilisasikan dan mengedukasi kepada orang tua, tentang bahaya gadget bagi anak.
Edukasi yang dilakukan adalah agar komunikasi antara orang tua dan anak dapat terbangun dengan baik, dan penggunaan gadget pada usia anak harus didampingi oleh orang tua.
Kepala DP3AKB, Sri Wahyuningsih, mengungkapkan edukasi bahaya gadget kepada anak tersebut bagian dari edukasi mengenai pola asuh pada anak, karena disadari saat ini anak-anak lebih dekat dengan gadget.
“Kita sekarang menyadari anak-anak sudah terpapar pada teknologi. Ada sisi positif dan negatifnya, dan kadang-kadang itu waktu berkomunikasi dengan orang tua dan orang sekitar menjadi kurang,” ungkapnya, saat ditemui Kamis, (28/6/2018).
Perempuan yang akrab disapa Yuyun ini, mengatakan, bila komunikasi yang dibangun antara anak dan orang tua kurang, maka sang anak cenderung menghabiskan waktunya dengan gadget. Sehingga edukasi ini bagian pola asuh anak yang untuk berkomunikasi.
“Dua tahun yang lalu sempat kasus karena penggunaan gadget tanpa pendampingan orang tua, sehingga gadget yang digunakan untuk hal yang negatif, sehingga sempat tersebar di media sosial. Padahal, kalau hal ini dikomunikasikan, tentu bisa dicegah oleh orang tua dan orang sekitar,” paparnya.
Menurutnya, edukasi dilakukan khusus pada orang tua, saat melakukan sosialisasi mengenai perlindungan anak dan pendidikan usia dini. “Sasaran kami adalah orang tua, karena yang memberikan gadget orang tua, usia dini ini pada gurunya. Edukasinya seperti bagaimana pemahaman pemberian gadget, usia berapa bisa diberikan gadget,” beber Sri Wahyuningsih.
Tidak hanya mengedukasi kepada orang tua, pihaknya juga bekerja sama dengan Ikatan Psikologi Indonesia dalam edukasi bahaya gadget. “Lainnya kami juga mengkampanyekan dengan media luar seperti billboard yang ada, sehingga masyarakat tahu, bahwa ada beberapa bahaya gadget pada anak,” tandasnya.
Sri Wahyuningsih menambahkan, edukasi yang dilakukan belum dirasakan saat ini, namun membutuhkan waktu yang panjang untuk memberikan pemahaman. Tetapi, upaya yang dilakukan dalam mengedukasi dalam penggunaan gadget yang perlu didampingi orang tua adalah hal yang penting, agar komunikasi yang terbangun antara orang tua anak terjalin baik.
“Mengubah pandangan tidak bisa sekejap, jadi butuh jangka waktunya lama. Begitu menyuluh belum tentu cepat berubah. Makanya, kami sosialisasi pada media luar seperti billboard dan lainnya,” imbuh Yuyun.
Baca Juga
Lihat juga...