DPD Jatim: Pilkada Serentak Perlu Pengawasan Ekstra

Editor: Koko Triarko

281
Anggota DPD RI Jatim, Abdul Qadir Amir Hartono. -Foto: Agus Nurchliq
MALANG – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Jawa Timur, Abdul Qadir Amir Hartono, mengatakan, sebanyak 171 daerah di Indonesia dalam hitungan jam akan segera melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak, sehingga diperlukan pengawasan ekstra dari berbagai pihak.
Menurutnya, pengawasan tersebut sangat dibutuhkan, guna memastikan Pilkada Serentak bisa berjalan dengan, baik sehingga bisa menghasilkan pemimpin-pemimpin yang berintegritas.
“Pelaksanaan Pilkada kali ini diharapakan bisa berjalan dengan jujur, adil dan benar. Praktik money politics juga sebisa mungkin harus dihindari, karena merupakan ujung pangkal atau bibit munculnya korupsi-korupsi di negeri ini,” jelasnya, saat mengunjungi Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang, Selasa (26/6/2018).
Oleh karenanya, ia mengharap dan mengimbau, agar semua pihak bersama-sama untuk meminimalisir hal-hal tersebut demi merawat negara.
“Kalau kita mau merawat dan berbuat baik kepada negara ini, hanya satu syaratnya, yakni jangan korupsi,” tuturnya.
Ia juga mengaku sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan KPU Kota Malang, atas kesiapan yang telah dilakukan jelang Pilkada Gubernur Jawa Timur dan Wali Kota Malang.
Menurutnya, tindakan maupun kebijakan yang telah diterapkan KPU Kota Malang sudah sangat baik, mulai dari sebelum pelaksanaa, pelaksanaan hingga pascapelaksnaan itu sudah diantisipasi dengan baik.
“Meskipun pada dasarnya manusia jauh dari kata sempurna, tapi kalau kita melihat dari berbagai sampling, persiapan yang dilakukan KPU Kota Malang sudah sangat baik,” terangnya.
Sementara itu, Ketua KPU Kota Malang, Zaenudin, menyebutkan, bahwa pihaknya telah membentuk satuan tugas (satgas) yang akan merespon, jika ada kejadian di Tempat Pemilihan Suara (TPS) pada momen pemilihan pada 27 Juni besok.
“Mereka bertugas untuk segera merespon kejadian-kejadian yang ada di TPS mulai pukul 07.00-13.00 WIB,” sebutnya.
Selain itu, pihaknya juga terus melakukan sosialisasi pencobolsan kepada masyarakat, hingga hari terakhir menjelang Pilkada Serentak.
“Hal tersebut sengaja kami lakukan, agar Pilkada kali ini bisa mencapai 75 persen partisipasi masyarakat, sesuai target kami,” pungkasnya.
Baca Juga
Lihat juga...