FAKI: Sejak Pak Harto Lengser Pancasila Ditidurkan

Editor: Satmoko

2.013

YOGYAKARTA – Ketua Front Anti-Komunis Indonesia (FAKI) Yogyakarta, Burhanuddin, menolak anggapan yang menyebut Presiden RI kedua HM Soeharto menggunakan Pancasila untuk menghabisi lawan-lawan politiknya.

Bagi Burhanuddin, sosok Pak Harto justu merupakan seorang pemimpin yang berhasil menancapkan Pancasila, untuk membendung setiap gerakan yang ingin mengubah ideologi bangsa dan negara.

“Zaman Pak Harto, Pancasila didengungkan begitu kuat. Tapi malah dianggap jadi momok untuk menghabisi lawannya. Itu tidak benar,” ujarnya saat acara deklarasi FAKI dan Polda DIY untuk bersama menjaga stabilitas Kamtibmas di DIY.

Menurut Burhanuddin, dengan membumikan Pancasila, Pak Harto justru terbukti berhasil membendung gerakan anti-pancasila seperti PKI. Hal itu jauh berbeda dengan kondisi pasca-lengsernya Pak Harto, dimana Pancasila sebagai ideologi bangsa terus dilemahkan dan menjadi peluang bagi gerakan anti-Pancasila seperti PKI untuk bangkit.

Sejumlah anggota Front Anti Komunis Indonesia (FAKI) Yogyakarta, membagi-bagikan takjil untuk warga masyarakat. Foto Jatmika H Kusmargana

“Sekarang kan makin semrawut. Setelah Pak Harto lengser Pancasila terbukti ditidurkan oleh pihak-pihak yang ingin menghapus Pancasila. Gerakan PKI mulai bangkit dengan berbagai kamuflase,” katanya.

Meski begitu FAKI mengapresiasi upaya negara dan pemerintah saat ini yang mulai sadar dengan kembali menguatkan ideologi Pancasila. Menurutnya, penguatan ideologi Pancasila itu tidak boleh hanya dilakukan sekedar pengejawantahan saja namun harus betul-betul menjadi dasar kehidupan dan jiwa bangsa Indonesia.

“Pancasila harus dibangunkan dan dikuatkan kembali. Karena Pancasila bukan hanya gagasan Bung Karno saja, tapi juga para pendiri bangsa termasuk para alim ulama. Agar komunis tidak bangkit. Sebab komunis adalah ideologi. Walau partainya dibubarkan ideologinya tetap bisa berkembang,” ujarnya.

Dalam acara deklarasi itu sendiri, FAKI menyatakan akan terus berupaya menjaga tegaknya ideologi Pancasila, dan mengawasi setiap gerakan yang berupaya melemahkan atau mengganti ideologi Pancasila. Yakni dengan tetap menjaga situasi dan Kamtibmas yang kondusif, aman, dan damai.

Bersama kepolisian DIY, FAKI juga menyatakan akan berusaha untuk menciptakan suasana tenteram dan damai guna menekan dan menghapus tindakan intoleransi yang dapat memecah-belah persatuan dan kesatuan bangsa khususnya di wilayah Yogyakarta.

“FAKI dan Polda DIY menekankan setiap umat beragama harus selalu mengedepankan nila-nilai kebangsaan dan kebhinekaan yang diharapkan dapat memberi makna positif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Serta memelihara ukhuwah dan menghindarkan diri dari perpecahan, mempererat tali persaudaraan guna menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” katanya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.