banner lebaran

Film Kuntilanak, Uji Nyali Anak-anak Nekat

Editor: Satmoko

222
Adegan film Kuntilanak (Foto Istimewa dok MVP Pictures)

JAKARTA – Anak-anak biasanya punya rasa keingintahuan yang sangat besar. Begitu mendengar suatu informasi, apa saja, anak-anak langsung ingin tahu. Apalagi kalau informasi mengenai sesuatu yang terdengar baru, tentu membuat rasa keingintahuan anak-anak semakin besar, bahkan semakin penasaran.

Lalu bagaimana kalau rasa keingintahuan itu kini tertuju pada hantu bernama Kuntilanak? Hal itu berawal dari informasi sayembara reality show bagi siapa yang dapat membuktikan kebenaran adanya Kuntilanak yang suka menculik anak-anak maka akan mendapatkan hadiah uang 10 juta rupiah.

Tentu sebuah hadiah yang memang sangat menggiurkan sekaligus menjadi uji nyali bagi anak-anak nekat. Demikian yang mengemuka dari film ‘Kuntilanak’.

Kisahnya berawal dari seorang anak bernama Anjas (Naufal Ho) yang merasa sangat kehilangan ibunya yang sudah meninggal dunia. Lukman (Aqi Singgih), ayahnya pemabuk, tidak perhatian, bahkan suka berbuat kasar pada dirinya.

Sepeninggal ibunya, Anjas tentu ingin bermanja-manja pada ayahnya, tapi malah dibentak. Anjas pun menangis dan mengadu pada ibunya dengan memandangi foto ibunya, betapa Anjas sangat rindu dan ingin bertemu dengan ibunya.

Kerinduan itulah yang membuat sosok kuntilanak hadir di hadapan Anjas hingga Anjas kemudian dibawa pergi kuntilanak.

Begitu mendengar Anjas teriak-teriak minta tolong, sang ayah berusaha menolongnya tapi sudah terlambat sehingga hanya penyesalan yang biasanya datang belakangan. Sang ayah hanya bisa menangis dengan kepergiaan Anjas yang dibawa kuntilanak.

Kemudian, adegan berganti dengan lima anak, terdiri dari Dinda diperankan aktris cilik Sandrinna M Skornicki, Kresna (Andryan Bima), Ambar (Ciara Nadine Brosnan), Panji (Adlu Fahrezy), dan Miko (Ali Fikry) yang tinggal bersama Tante Dona (Nana Rosier).

Karena Tante Dona ke luar negeri maka kelima anak yang tak sedarah itu dititipkan untuk tinggal di rumah Lydia (Aurellie Moeremans), keponakan Tante Dona.

Pacar Lydia, Glen (Fero Walandouw), bekerja jadi host acara uji nyali di sebuah stasiun tv. Suatu saat ia siaran di rumah Anjas mengenai kepergian Anjas yang hilang secara misterius. Beredar kabar di masyarakat sekitar kalau Anjas dibawa kuntilanak. Pulang siaran, Glen membawakan cermin antik dari rumah berhantu itu.

Karena siaran di rumah Anjas ratingnya tinggi maka dibuat sayembara reality show bagi siapa yang dapat membuktikan kebenaran adanya Kuntilanak yang suka menculik anak-anak maka akan mendapatkan hadiah uang 10 juta rupiah.

Mendengar sayembara itu, kelima anak nekat mengikutinya dengan mendatangi rumah Anjas yang terbengkalai. Sampai di sana, mereka bertemu dengan Anjas yang sebenarnya sudah tahu kalau Anjas sudah meninggal dibawa kuntilanak.

Petualangan mereka menjadi malapetaka saat Kuntilanak masuk ke dunia manusia melalui sebuah cermin kuno dan memburu mereka sebagai korban baru. Kelima anak nekat itu jadi sasaran empuk kuntilanak yang menjelma sebagai sosok ibu yang dirindukan mereka.

Film ini mencekam dan menegangkan dari awal sampai akhir. Film ini juga ada lucunya dengan memperlihatkan kepolosan anak-anak yang punya keingintahuan  sangat besar dan sangat penasaran dengan sosok hantu bernama kuntilanak.

Sutradara Rizal Mantovani menggarap film ‘Kuntilanak’ dengan cukup baik yang melibatkan pemain anak-anak menjadi pemeran utamanya. Sebelumnya, Rizal pernah menggarap trilogi film Kuntilanak (2006, 2007, 2008) yang pemain utamanya orang tua, sedangkan film Kuntilanak tahun 2018 ini pemain utamanya anak-anak. Uniknya, Rizal menggarap film ini bukan dari sisi mistik, tapi fantasi anak-anak yang punya rasa keingintahuan sangat besar.

Alur cerita film ini mengalir lancar. Alim Sudio, penulis skenario film ini, yang memang sudah sangat berpengalaman dalam membuat skenario itu menggarap skenario film ini dengan cukup baik.

Para pemain anak-anak, yakni Sandrinna M Skornicki yang berperan sebagai Dinda, Andryan Bima (Kresna), Ciara Nadine Brosnan (Ambar), Adlu Fahrezy (Panji), dan Ali Fikry (Miko) serta Naufal Ho (Anjas) rata-rata brakting dengan sangat baik, natural dan menarik.

Lucunya anak-anak ini tampak begitu polos berhadapan dengan sosok hantu bernama kuntilanak. Pantas berharap anak-anak ini menjadi bintang film masa depan.

Ada pesan moral yang disampaikan film ini yakni bahwa keluarga itu urusan yang utama. Kelima anak sebenarnya penakut semua. Tapi dengan bergandengan tangan bersama, bersatu padu menghadapi hantu kuntilanak. Sebenarnya secara tersirat juga seperti mengusir ketakutan yang mereka alami sendiri.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.