banner lebaran

Forum Anak Daerah Bali Tolak Jadi Target Industri Rokok

Editor: Satmoko

192

DENPASAR – Forum Anak Daerah (FAD) Bali menyuarakan secara tegas menolak dijadikan target hegemoni industri rokok dan mendesak Pemerintah RI untuk segera mengaksesi Framework Convention on Tobacco Control (FCTC).

Selain menolak menjadi target industri rokok mereka juga mengajak seluruh anak muda berkolaborasi dan bersinergi untuk mengakhiri hegemoni industri rokok di Indonesia.

Laras, salah seorang pengurus FAD Bali mengatakan, saat ini kelompok anak-anak dan remaja tengah menjadi target industri rokok. Salah satu indikatornya adalah makin gencarnya penayangan iklan rokok di berbagai media. Untuk itu, ia mengingatkan para remaja agar jangan sampai tergoda untuk mencoba menjadi perokok.

“Kita harus berani menolak dijadikan korban rokok,” ucap laras di Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS), Minggu (10/6/2018).

Oleh sebab itu, FAD Bali mendesak Pemerintah RI agar segera mengaksesi FCTC. Laras menerangkan, FCTC merupakan perjanjian internasional tentang kesehatan masyarakat yang dibahas dan disepakati oleh negara-negara anggota Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

FCTC bertujuan melindungi generasi masa kini dan masa mendatang dari dampak konsumsi rokok dan paparan asap rokok. Salah satu yang diatur dalam FCTC adalah upaya pengendalian tembakau. Sayangnya, karena sejumlah pertimbangan, hingga kini Pemerintah RI belum mengaksesi perjanjian internasional tersebut.

Laras, salah seorang pengurus Forum Anak Daerah (FAD) Bali saat menyampaikan aspirasi di Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS), Minggu (10/6/2018).-Foto: Sultan Anshori.

Menurut Laras, pemerintah sejatinya tak perlu banyak pertimbangan untuk segera mengambil keputusan mengaksesi FCTC. Jika yang dijadikan pertimbangan adalah besarnya cukai rokok yang masuk ke kas negara, Laras menilai hal itu sangat tidak tepat.

“Karena jumlah cukai rokok yang masuk ke kas negara 4 kali lebih kecil dibandingkan kerugian yang ditimbulkan,” tegas Laras.

Sementara itu, Gubernur Made Mangku Pastika menyampaikan aspirasi atas keberanian yang ditunjukkan oleh anak muda yang tergabung dalam FAD Bali.

Meskipun, lanjut Pastika, hal itu bukanlah sesuatu yang mudah dan sederhana. Bahkan ia mengibaratkan industri rokok seperti raksasa penghisap darah. Meski tak mudah, dengan gerakan yang massif, dia yakin konsumsi rokok bisa dikendalikan dan tak menjadi ancaman bagi masa depan generasi muda.

Gubernur dua periode ini juga sependapat kalau alasan ekonomi tak bisa dijadikan pertimbangan untuk melegalkan hegemoni industri rokok. Menurut Pastika, selain berdampak buruk pada kesehatan, rokok juga merupakan pintu gerbang penggunaan narkoba.

“Buat apa dapat manfaat ekonomi, namun meracuni masyarakat khususnya kalangan generasi muda,” imbuhnya.

Selain tampil berorasi, anak-anak yang tergabung dalam FAD Bali juga membacakan Deklarasi Anak Muda Indonesia untuk FCTC. Dalam deklarasi, mereka mendukung Indonesia segera mengaksesi FCTC dan menolak RUU Pertembakauan.

Di akhir deklarasi, anak muda yang tergabung dalam FAD Bali juga mendaulat Gubernur Bali Made Mangku Pastika untuk menghancurkan sebuah papan yang disimbolkan sebagai rokok.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.