Ganjar Pranowo Kembali Diperiksa KPK

Editor: Koko Triarko

425
Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah. –Foto: Eko Sulestyono
JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hari ini kembali memeriksa Ganjar Pranowo, terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) KTP-El.
“Ganjar Pranowo diperiksa penyidik sebagai saksi untuk tersangka Irvanto Hendra Pambudi Cahyo dan Made Oka Masagung, dalam kasus dugaan korupsi KTP Elektronik”, jelas Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, di Gedung KPK Jakarta, Kamis (28/6/2018).
Sebelum memasuki ruang pemeriksaan, Ganjar sempat menyampaikan kepada wartawan, bahwa kedatangannya ke Gedung KPK untuk memenuhi panggilan pemeriksaan sebelumnya. Saat itu, Ganjar tidak bisa hadir, karena tugas dan kesibukannya sebagai Gubernur Provinsi Jawa Tengah.
Pantauan dari Gedung KPK, hingga saat ini pemeriksaan terhadap Ganjar masih berlangsung. Keterangan Ganjar diperlukan penyidik KPK untuk melengkapi berkas perkara pemeriksaan tersangka Irvanto dan Made Oka terkait aliran dana KTP-El.
Berdasarkan surat dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK dalam persidangan di Gedung Pengadilan Tipikor Jakarta, Ganjar diduga merupakan salah satu oknum mantan Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia yang menerima dan ikut menikmati aliran dana KTP-El.
Dalam setiap persidangan, Ganjar selalu membantah dan menegaskan, bahwa dirinya tidak pernah merasa menerima aliran dana tersebut. Dirinya mengaku sebelumnya memang sempat ditawari sejumlah uang, namun Ganjar menolak pemberian tersebut.
Kesaksian Ganjar diperlukan untuk menyelidiki adanya dugaan penerimaan uang atau aliran dana KTP-El dengan jumlah total sebesar 7,3 juta Dolar Amerika (USD).
Uang tersebut seluruhnya telah diberikan kepada tersangka KTP-El lainnya, yaitu Setya Novanto (Setnov), mantan Ketua DPR RI periode 2009-2014.
Sementara itu, Made Oka diduga telah menerima dan mengumpulkan uang aliaran dana KTP-El sebesar 3,8 juta USD. Sedangkan Irvanto telah menerima 3,5 juta USD. Keduanya merupakan orang dekat atau kepercayaan Setnov, dalam kasus perkara dugaan korupsi proyek pengadaan KTP-El.
Baca Juga
Lihat juga...