Geluti Bisnis Ikan Teri, Nuridin Perlu Keberanian

Editor: Satmoko Budi Santoso

451

TEGAL – Menggeluti usaha bisnis ikan teri tampaknya memang diperlukan keberanian. Demikian yang dialami Nuridin, pengusaha bisnis ikan teri dari Tegal yang mengaku sudah cukup pengalaman, puluhan tahun sampai mengalami jatuh bangun usaha bisnis ikan teri.

“Alhamdulillah, sudah sepuluh tahun lebih saya menggeluti usaha bisnis teri ini,“ kata Nuridin, pengusaha bisnis ikan teri dari Tegal, kepada Cendana News, di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Larangan, Munjung Agung, Kramat, Tegal, Sabtu (23/6/2018).

Nuridin membeberkan, awalnya, ia bekerja di pelayaran ikan sebelum akhirnya terjun menggeluti usaha teri.

“Teri dari kami ini dikirim ke Jakarta, dijual di lapak-lapak,” beber pengusaha yang membawahi ratusan karyawan itu.

Suasana Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Larangan, Munjung Agung, Kramat, Tegal (Foto Akhmad Sekhu)

Menurut Nuridin, ikan terinya kalau sedang ramai per hari bisa mencapai sekitar 10 ton.

“Tapi, kalau lagi kosong ya kosong blong,“ ungkapnya.

Nuridin mengeluh, setelah Lebaran masih banyak karyawan yang tidak berangkat sehingga menghambat proses pengeringan usaha bisnis ikan terinya.

“Padahal ikan teri sekarang sedang banyak-banyaknya, cuaca sedang baik sehingga nelayan banyak menangkap ikan teri,“ paparnya.

Tantangan Nuridin dalam usaha bisnis ikan teri adalah modal, solusinya pinjam ke bank.

“Kalau tidak bandel, tidak berani, ya usaha bisnis tidak akan jalan,“ tegasnya.

Harapan Nuridin, ketersediaan ikan teri banyak terus sehingga semakin melancarkan usaha bisnis ikan terinya.

“Kalau di Tegal sudah tidak ada ikan teri, maka kita mencari ikan teri sampai ke Pemalang. Banyak hingga ke Demak,“ tandasnya.

Baca Juga
Lihat juga...