Geluti Bisnis Ikan Teri, Nuridin Perlu Keberanian

Editor: Satmoko Budi Santoso

402

TEGAL – Menggeluti usaha bisnis ikan teri tampaknya memang diperlukan keberanian. Demikian yang dialami Nuridin, pengusaha bisnis ikan teri dari Tegal yang mengaku sudah cukup pengalaman, puluhan tahun sampai mengalami jatuh bangun usaha bisnis ikan teri.

“Alhamdulillah, sudah sepuluh tahun lebih saya menggeluti usaha bisnis teri ini,“ kata Nuridin, pengusaha bisnis ikan teri dari Tegal, kepada Cendana News, di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Larangan, Munjung Agung, Kramat, Tegal, Sabtu (23/6/2018).

Nuridin membeberkan, awalnya, ia bekerja di pelayaran ikan sebelum akhirnya terjun menggeluti usaha teri.

“Teri dari kami ini dikirim ke Jakarta, dijual di lapak-lapak,” beber pengusaha yang membawahi ratusan karyawan itu.

Suasana Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Larangan, Munjung Agung, Kramat, Tegal (Foto Akhmad Sekhu)

Menurut Nuridin, ikan terinya kalau sedang ramai per hari bisa mencapai sekitar 10 ton.

“Tapi, kalau lagi kosong ya kosong blong,“ ungkapnya.

Nuridin mengeluh, setelah Lebaran masih banyak karyawan yang tidak berangkat sehingga menghambat proses pengeringan usaha bisnis ikan terinya.

“Padahal ikan teri sekarang sedang banyak-banyaknya, cuaca sedang baik sehingga nelayan banyak menangkap ikan teri,“ paparnya.

Tantangan Nuridin dalam usaha bisnis ikan teri adalah modal, solusinya pinjam ke bank.

“Kalau tidak bandel, tidak berani, ya usaha bisnis tidak akan jalan,“ tegasnya.

Harapan Nuridin, ketersediaan ikan teri banyak terus sehingga semakin melancarkan usaha bisnis ikan terinya.

“Kalau di Tegal sudah tidak ada ikan teri, maka kita mencari ikan teri sampai ke Pemalang. Banyak hingga ke Demak,“ tandasnya.

Baca Juga
Sandang Disabilitas tak Halangi Ayu Tekuni Batik BOYOLALI - Seorang perajin batik tulis warga RT 01 RW 01 Desa Sawahan, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, Ayu Tri Handayani (27), dengan keterbatasan anggo...
Pria Ini Ubah Limbah Pigura jadi Bonsai Cantik SOLO - Berawal dari keprihatinan terhadap limbah pigura dan bahan-bahan kerajinan lukis, seorang pria mampu menyulap menjadi barang yang bernilai ekon...
Bunga Ghassani Wakili Jateng di Miss Grand Indones... JAKARTA --- Ajang pencarian bakat Miss Grand Indonesia 2018 kini telah melewati setengah perjalanan, dari karantina sampai di babak preliminary. Pa...
Pemuda ini Gerakkan Ekraf Melalui Karang Taruna SOLO --- Organisasi kepemudaan seperti karang taruna memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan ekonomi kreatif (Ekraf) berbasis masyarakat. Hal ...
Ingin Perubahan, Eno Sigit Putuskan Terjun Politik SOLO --- Berbicara kepada publik memang tak mudah. Apalagi bagi mereka yang belum pernah terjun ke dunia politik praktis. Hal inilah yang dirasakan Re...
Mbah Munari Jualan ‘Gulali’ Sejak 1960 SOLO --- Tak mudah bagi Mbah Amat Munari untuk bisa menjual dagangannya berupa gulali. Tak hanya masa kejayaannya yang sudah mulai memudar, pelanggan ...
Iman Santoso, Penyandang Disabilitas Berkarya di R... SOLO - Keterbatasan fisik bukan menjadi penghalang untuk terus berkarya. Hal inilah yang menjadi penyemangat bagi Iman Santoso, untuk terus menggeluti...