H-1, Tercatat 1.149.872 Penumpang Menyeberang ke Jawa Lalui Bakauheni

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

221

LAMPUNG — Satu hari menjelang hari raya Idul Fitri 2018/1439 Hijriyah tercatat 1.149.872 penumpang telah menyeberang dari pulau Sumatera menuju pulau Jawa. Pemudik diseberangkan dengan menggunakan sebanyak 33 kapal perhari dengan rata rata 120 hingga 140 trip (perjalanan kapal).

Menurut Anton Murdianto, General Manager PT Indonesia Indonesia Ferry cabang Bakauheni, jumlah pemudik asal Sumatera menuju Jawa rata rata 40.000 per hari sejak H-8 (7/6).

Pejalan kaki 23.873 orang dan dalam kendaraan 250.709 orang. Jumlah tertinggi pada H-5 (10/6) dengan jumlah 53.382 per hari. Jumlah tersebut terdiri dari 48.669 dalam kendaraan, 4.714 pejalan kaki.

“Hingga sehari sebelum lebaran Idul Fitri pemudik asal Sumatera menyeberang ke pulau Jawa melalui pelabuhan Bakauheni mengalir lancar, tidak ada antrean saat akan membeli tiket,” terang Anton Murdianto kepada Cendana News, Kamis (14/6/2018).

Total pengguna kendaraan roda dua hingga H-1 mencapai 83.752 unit, roda empat 125.507 unit, bus 6.983 unit, truk 14.341 unit.

Mengacu pada perbandingan tahun 2017 pemudik dari Sumatera ke Jawa hingga H-3 berjumlah 206.195 orang dan hari yang sama pada tahun 2018 berjumlah 253.222 orang. Arus penumpang menyeberang ke pulau Jawa dari Sumatera mengalami peningkatan 23.687 orang.

Sebaliknya terjadi penurunan jumlah kendaraan roda dua menyeberang ke Jawa dari jumlah 4.432 unit pada 2017 dan 4.259 pada 2018 atau terjadi penurunan 173 unit.

Anton Murdianto (kiri) General Manager PT.ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni dan AKBP M.Syarhan (kanan) Kapolres Lampung Selatan [Foto: Henk Widi]
Berbeda dengan puncak arus mudik dari pulau Sumatera yang terjadi pada H-5, pemudik dari Jawa terjadi pada H-3. Pada H-3 diseberangkan, 175.803 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 32.763 pejalan kaki dan 143.040 orang dalam kendaraan. Rata rata berkisar 100.000 penumpang.

Puncak arus mudik dari Merak pada H-3 mencapai 175.803 penumpang tersebut terlihat dari sejumlah pejalan kaki 32.763 yang sempat kehabisan kendaraan jenis bus. Sejumlah bus reguler yang disediakan oleh Dewan Pimpinan Cabang Khusus (DPC K Organda) Bakauheni bahkan sempat habis. Beruntung sejumlah kendaraan bantuan dari Damri, Puspa Jaya dan Lampung Jaya Utama dan perusahaan bus lain.

Kepala DPC Khusus Organda Bakauheni, Ivan Rizal memastikan saat arus mudik diakui sempat terjadi lonjakan. Beruntung 90 unit bus reguler disiagakan lengkap dengan 50 unit bus bantuan. Bus bantuan tersebut juga didukung oleh bus bantuan dari PT Trans Lampung dengan 8 unit bus bantuan khusus difable, lansia dan anak anak.

“Tahun ini tidak terjadi kehabisan bus, hanya ada penumpang berebut bus karena bus bantuan telat datang beberapa menit,” terang Ivan Rizal.

Terurainya penumpang dari Pulau Jawa ke Sumatera diakui Ivan Rizal menjadi penyebab tidak kehabisan kendaraan. Libur cuti bersama, libur Idul Fitri yang cukup panjang menjadi salah satu faktor terurainya pemudik yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera dan sebaliknya. Ketersediaan armada kendaraan travel, angkutan pedesaan dan ojek yang tersedia di terminal pelabuhan Bakauheni.

Baca Juga
Lihat juga...