banner lebaran

H-7, Angkutan Barang Dilarang Masuk ke Pelabuhan Lembar

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

170

MATARAM —Menghindari terjadinya kemacetan penyeberangan di pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, H-7 lebaran, kendaraan angkutan barang seperti truk dan puso dilarang melakukan penyeberangan.

“Terkait larangan penyeberangan kendaraan angkutan barang di pelabuhan terhitung H-7 secara nasional memang dilarang, karena bisa menimbulkan kemacetan,” kata Kepala ASDP Pelabuhan Lembar, Cuk Prayitno di Mataram, Jum’at (8/6/2018).

Tapi untuk penyeberangan lokal NTB, dari pelabuhan Kayangan Lombok Timur ke Pelabuhan Pototano Sumbawa tetap diizinkan. Meski demikian, aktivitas truk maupun puso pengangkut barang hingga saat ini sudah berkurang.

Mengingat, proses distribusi barang dari Surabaya ke NTB telah dilakukan lebih awal dan toko distributor juga akan segera tutup libur, sehingga ketika di Surabaya ditutup, secara otomatis jumlah lalu lintas penyeberangan truk di NTB berkurang.

“Kalau truk sudah jarang. Kebanyakan sekarang ini, kendaraan pribadi roda dua, empat maupun bus angkutan penumpang masyarakat yang hendak mudik lebaran, baik dari dan menuju pelabuhan Lembar,” terang Prayitno.

Pelabuhan Lembar
Kepala ASDP Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat NTB, Cuk Prayitno. Foto : Turmuzi

Prayitno menjelaskan, untuk melayani aktivitas masyarakat dan kendaraan selama mudik lebaran ASDP menyiapkan belasan kapal pengangkut yang akan bolak balik mengangkut penumpang dan kendaraan selama 24 jam sebelum maupun sesudah lebaran, dimana kendaraan pribadi roda empat dan dua paling banyak.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan NTB, Lalu. Bayu Windia mengatakan, untuk Angkutan Kota Antar Propinsi, Dishub NTB sifatnya lebih pada kordinasi dengan balai pengelola transportasi darat Bali NTB.

Kalau Dishub NTB mengurus Angkutan Kota Dalam Provinsi, dimana Dishub mempersiapkan, cek fisik, rem bagaimana, roda, mesin apakah sudah layak jalan atau tidak termasuk melakukan tes urin terhadap semua sopir bus dengan menempatkan personel di terminal di Mandalika.

“Kalau tidak layak, tidak diizinkan jalan, dan diberikan kesempatan melakukan perbaikan terhadap kerusakan dialami,” tutupnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.