Harga Daging Ayam Masih Tinggi, Disdag Menyebut Normal

Editor: Mahadeva WS

249

BALIKPAPAN – Dinas Perdagangan (Disdag) Balikpapan menilai, harga daging ayam ras di pasar tradisional di Balikpapan masih di batas normal. Sementara setelah lebaran, harga daging ayam ras masih tinggi yaitu mencapai Rp32 ribu perkilogram.

Kepala Dinas Perdagangan Balikpapan Saufan – Foto Ferry Cahyanti

Kepala Dinas Perdagangan Balikpapan Saufan mengatakan, dari pantauan yang dilakukan, harga daging ayam mulai berangsur turun meskipun tidak signifikan. Harga yang ditemui di pasar masih sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). “Saat ini berangsur turun dan Rp65 ribu itu masih HET-kan. Mungkin itu juga ayam yang ukurannya besar. Kalau yang kecil juga lebih murah,” ungkapnya Selasa, (26/6/2018).

Apabila masyarakat membeli ayam ras berukuran lebih dari satu kilogram, harganya tinggal dikalikan saja dengan HET yang sudah ditentukan. “Apabila dua kilogram, maka seharusnya membayar lebih, ya Rp32 ribu dikali dua, jadi minimal Rp64 ribu. Kalau ada ayam yang sampai Rp70 ribu, saya rasa itu waras-waras saja,” ujar Saufan.

Saufan meminta masyarakat tidak melihat harga daging ayam ras tidak di satu tempat. Hal itu untuk memperoleh perbandingan harga. Dan bisa juga datang ke ritel modern karena menurutnya, harganya lebih murah. Saufan meyakini harga ayam potong akan turun dan stabil dalam dua pekan ke depan.

“Ke pasar lainnya juga, dong. Kalau di pasar lain masih merasa mahal juga, ya ke pasar modern, supermarket. Belanja aja di sana, lebih murah,” sebutnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan di Pasar Klandasan Balikpapan, harga daging ayam ras kembali naik menjadi Rp27 ribu perkilogram. Sebelumnya harga sempat turun di Rp26 ribu perkilogram. “Stoknya langka karena pasokan dibatasi, makanya naik lagi,” kata Ana, seorang pedagang.

Sementara itu Seorang pedagang makanan masak Irma mengaku, bingung untuk menentukan harga jual makanan. Hal itu dikarenakan, harga bahan mentah lauk pauk seperti daging ayam ras mengalami kenaikan. “Harga daging ayam naik stok yang kami sediakan juga terbatas. Apalagi modal kami juga tidak besar, kasihan juga jika dibebankan ke pembeli jika harga makanannya dinaikkan,” beber pedagang nasi kuning tersebut.

Irma berharap, harga daging ayam ras segera turun karena sejak satu bulan lalu harganya masih tinggi. Harga yang tinggi mempengaruhi permintaan dan pembeli mengurangi jumlah pembeliannya.

Baca Juga
Lihat juga...