Harga Gabah Tinggi, Petani Langsung Jual Hasil Panen

Editor: Satmoko Budi Santoso

294

LOMBOK  – Harga gabah dinilai tinggi, sebagian petani di Lombok Nusa Tenggara Barat mulai menjual hasil panen yang sebelumnya disimpan di lumbung penyimpanan. Bahkan ada yang menjual langsung di tengah sawah pada musim panen sekarang.

Azhar, petani Kabupaten Lombok Tengah mengaku, cukup senang dengan harga gabah sekarang, karena sudah sesuai dengan harapan petani. Oleh sebab itu dirinya langsung menjual hasil panen kepada pembeli.

“Dibandingkan beberapa bulan lalu, harga gabah sekarang bagus dan sesuai harapan petani. Harga satu kuintal gabah Rp525.000 sampai Rp550.000,” kata Azhar, Sabtu (23/6/2018).

Azhar, petani Lombok Tengah menunggu gabah hasil panen/Foto: Turmuzi

Dikatakannya pula, beberapa bulan sebelumnya, pasca-musim hujan panen dilakukan, harga gabah masih berada di kisaran Rp400.000 sampai Rp450.000. Maka, banyak petani lebih memilih tidak langsung menjual. Tapi menyimpan terlebih dahulu di lumbung penyimpanan.

Langkah tersebut dilakukan sebagian petani bukan tanpa alasan. Harga yang murah tentu tidak sesuai dengan tenaga dan biaya yang dikeluarkan, mulai dari biaya penggarapan lahan, perawatan hingga pemupukan.

Semah, petani lain mengatakan, menyimpan gabah di lumbung padi dan baru menjual setelah harga mencapai Rp500.000 per kuintal memang sudah biasa dilakukan petani.

Selain itu, ada semacam kepercayaan, bahwa petani yang menjual langsung hasil panen di tengah sawah akan kena karma.

Sebab hasilnya menjadi kurang berkah. Karena itulah, hasil panen meski hendak dijual, terlebih dahulu harus disimpan di lumbung penyimpanan.

“Padi baru bagus dijual setelah sempat disimpan selama beberapa bulan, seiring hilangnya rasa lelah petani selama masa panen,” katanya.

Baca Juga
Lihat juga...