Hasil Panen Cengkih di Kulonprogo, Menurun

Editor: Koko Triarko

302
YOGYAKARTA — Warga di dataran tinggi pengunungan Menoreh, Kulonprogo, mulai memanen hasil bumi berupa cengkih. Panen raya cengkih ini biasanya dilakukan satu kali dalam setahun, khususnya saat musim kemarau antara bulan Juni-Juli. 
Sejumlah warga desa di wilayah di Kecamatan Kokap dan Girimulyo, biasa menanam pohon cengkih di lereng-lereng bukit maupun tegalan. Pohon cengkih dapat tumbuh baik di sekitar kawasan ini, karena faktor cuaca atau iklim serta suhu yang mendukung.
Surip (38), warga Dusun Pringtali, Jatimulyo, Girimulyo, mengaku mulai memanen cengkih sejak satu minggu terakhir. Memanfaatkan lahan tegalan di lereng gunung, ia menanam 20 batang pohon cengkih.
Memasuki masa panen seperti sekarang, ia mengaku bisa mendapatkan 10 kilogram cengkih petik basah untuk setiap pohonnya. Jumlah tersebut dikatakan menurun dibandingkan tahun lalu, yang mampu mencapai hingga 15 kilogram per pohon.
“Tahun ini produksi menurun. Kurang bagus dibanding tahun sebelumnya. Hanya sekitar 10 kilo cengkih basah per pohon, padahal tahun lalu bisa mencapai 15 kilo per pohon,” ujarnya, Rabu (27/6/2018).
Surip menyebut, penurunan produksi cengkih tersebut dimungkinkan terjadi karena kondisi cuaca, yang beberapa waktu terakhir tidak menentu. Kadang panas, kadang mendung.
“Beberapa pohon bahkan mati, karena tidak dapat air,” ujarnya.
Selain memanen tangkai bunga cengkih untuk dijual sebagai bahan baku industri rokok atau bahan rempah bumbu makanan, warga juga biasa menjual daun cengkih, yang bisa diolah menjadi minyak daun cengkih atau minyak atsiri dengan cara disuling.
“Biasanya setelah panen, cengkih kita jemur di bawah sinar matahari terlebih dahulu. Kira-kira sampai satu minggu. Setelah kering dan warnanya berubah menjadi coklat baru kita jual. Walaupun ada juga yang langsung menjual dalam bentuk basah,” ungkapnya.
Secara turun-temurun, warga di pengunungan Menoreh, seperti Kokap dan Girimulyo, memang biasa menanam cengkih. Tanaman cengkih ini menjadi semacam tabungan bagi warga, karena hanya dapat dipanen setahun sekali.
Baca Juga
Lihat juga...