Haul Sederhana Pak Harto ke-97 di Rumah Cendana

Editor: Satmoko

3.190

JAKARTA – Peringatan haul Pak Harto ke-97 berlangsung sederhana di Rumah Cendana. Kesederhanaan yang memang selalu diterapkan Pak Harto dalam hidupnya. Presiden Kedua RI yang dijuluki ‘The Smiling General’ itu lahir di Dusun Kemusuk, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Bantul, Yogyakarta, 8 Juni 1921.

“Kita sederhana saja,“ ucap Siti Hardijanti Rukmana alias Mbak Tutut saat menyambut beberapa tamu yang hadir di Rumah Cendana, Jl. Cendana, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat malam (8/6/2018).

Seusai buka puasa, menjalankan Salat Maghrib dan Salat Isya serta Salat Tarawih berjamaah, H. Syahrir Ali Basyah, Imam Masjid At Tin memimpin tahlilan dan doa bersama untuk almarhum Pak Harto.

Mbak Tutut (ujung kiri) bersama Elsa Sigit, Mbak Mamiek, dan Camelia Malik. Foto: Dok Keluarga Cendana

“Malam ini kita memperingati hari ulang tahun (haul) almarhum H. Muhammad Soeharto yang ke-97, “ kata H. Syahrir Ali Basyah, Imam Masjid At Tin kepada Cendana News seusai memimpin tahlilan dan doa almarhum Pak Harto.

Syahrir membeberkan sosok Pak Harto adalah figur pemimpin yang sederhana dan bisa mengayomi banyak pihak.

“Kondisi saat beliau menjadi presiden begitu kondusifnya keamanan dalam negeri,“ ungkapnya.

H. Syahrir Ali Basyah, Imam Masjid At Tin (Foto Akhmad Sekhu)

Menurut Syahrir, Pak Harto juga figur orang tua yang sangat bijak dalam kehidupannya, khususnya dalam keagamaan. Pak Harto sangat konsisten, istiqamah dalam ibadah tarawih, bahkan setelah itu bersama-sama terus tiap malam mengaji 1 juz.

“Hal ini dilakukan karena pendidikan orang tua, beliau sangat membawa nilai bagi negeri ini,“ bebernya.

Syahrir mengaku punya kesempatan bertemu Pak Harto pada awal ia tugas di Masjid At Tien.

“Awal-awal kita bertugas, beliau sangat intens hadir di Masjid At Tien, baik di bulan Ramadan maupun bulan-bulan lainnya,“ paparnya.

Syahrir menyampaikan sebagai manusia tentu berharap bimbingan Tuhan.

“Beliau mengajak kita untuk kemandirian dalam hidup,“ tegasnya.

Ada momen yang sampai hari ini Syahrir ingat sekali, bahwa Pak Harto rajin salat sunah sebelum salat wajib.

“Beliau memang sangat bersemangat dalam melakukan ibadah salat,” tandasnya.

Baca Juga
Lihat juga...