HPI NTT Imbau Wisatawan Gunakan Tour Guide Legal

Editor: Koko Triarko

351
MAUMERE –  Kasus pemerkosaan yang difuga dilakukan oleh seorang guide terhadap wisatawan asing asal Perancis, mencederai profesi tour guide atau pramuwisata. Padahal, pelakunya bukan anggota resmi pramuwisata yang terdaftar di Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Manggarai Barat dan NTT.
“Kasus tersebut sangat mencederai dan menodai profesionalitas profesi tour guide. Kebanyakan kita dengan segera atau serta merta  menyatakan, bahwa seseorang itu sebagai seorang guide, ketika bersama atau mendampingi atau mengantar wisatawan mancanegara atau domestik ke tempat wisata tertentu,” sebut Agustinus Bataona, Ketua DPD HPI NTT, Senin (25/6/2018).
Ketua DPD HPI NTT, Agustinus Bataona. -Foto: Ebed de Rosary
Padahal, katanya, untuk menjadi seorang tour guide atau pramuwisata, harus melalui tahapan-tahapan pelatihan dan diseleksi lewat durasi pengalaman dari waktu ke waktu. Sehingga sangat sulit dan diseleksi secara ketat untuk menjadi seorang pramuwisata.
“Seseorang akan memperoleh tour guide licence tingkat pramuwisata muda dari dinas pariwisata kabupaten, tingkat pramuwisata madya dari dinas pariwisata provinsi dan kartu tanda anggota nasional (KTAN) dari DPP HPI,” jelasnya.
“Standar kompetensi seseorang menjadi tour guide berdasarkan penilaian dan peningkatan knowledge, skill dan attitude dari waktu ke waktu. Sehubungan dengan kasus tersebut, kami mengutuk keras. Sebab, bagaimana pun sudah menodai pariwisata Flores dan NTT, khususnya serta pariwisata Indonesia pada umumnya,” ucapnya.
DPD HPI NTT, tegas Agus, menaruh harapan besar kepada pihak penegak hukum untuk secepatnya menangkap oknum tersebut, memprosesnya sesuai aturan hukum yang berlaku seadil-adilnya.
Ia juga telah meminta setiap anggota HPI NTT, mengenakan atau membawa KTAN dan pin formal cenderawasih sebagai indentitas legal anggota HPI ketika memandu wisatawan.
“Kami mengimbau para wisatawan yang ingin dipandu oleh seseorang tour guide, harus menanyakan legalitasnya. Dan, kepada setiap tour operator, hotel, boat wisata dan lainnya, agar sebaiknya menggunakan jasa tour guide yang legal atau resmi,” pesannya.
Pemerintah Provinsi NTT mengutuk keras perbuatan yang dilakukan oleh pelaku, serta meminta agar pihak kepolisian, dalam hal ini Polres Manggarai Barat, untuk mengusut tuntas kasus ini, dan menjamin kondisi Labuan Bajo Manggarai Barat, aman dan wisatwan tidak takut ke tempat wisata tersebut.
“Kondisi Labuan Bajo  tetap aman dan wisatawan tidak usah takut ke sana atau ke tempat wisata lainnya di NTT. Kami telah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten Manggarai Barat dan pihak kepolisian, untuk mencegah peristiwa tersebut terulang kembali,“ tegas Karo Humas Pemprov NTT Samuel Pakereng.
Pelaku yang sempat melarikan diri, kata Samuel, telah ditangkap di Sumba Barat Daya. Pemerintah provinsi NTT juga telah melakukan rapat kordinasi, baik dengan pihak kepolisian maupun organisasi pramuwisata, untuk memastikan agar kejadian tersebut tidak akan kembali terjadi.
“Saya mengimbau, wisatawan yang akan berkunjung ke Labuan Bajo atau daerah wisata lainnya di NTT, agar menggunakan agen perjalanan resmi. Kejadian ini tidak akan berdampak terhadap perkembangan pariwisata di NTT,” tegasnya.
Baca Juga
Lihat juga...