Imigrasi Tembagapura Periksa Puluhan TKA

187
Ilustrasi -Dok: CDN
TIMIKA – Jajaran Kantor Imigrasi Tembagapura, Timika, Papua, hingga kini masih memeriksa puluhan warga negara asing yang bekerja pada sejumlah lokasi tambang emas rakyat di Kabupaten Nabire.
Kepala Kantor Imigrasi Tembagapura, Jesaja Samuel Enock, mengatakan terdapat 24 warga negara asing yang kini menjalani pemeriksaan intensif oleh Tim Pengawasan Orang Asing Kantor Imigrasi Tembagapura.
Mereka terdiri atas satu orang warga negara Korea Selatan, empat orang warga negara Jepang dan sisanya warga negara Tiongkok.
“Yang warga negara Jepang dan Korea baru tiba dari Nabire hari Senin (18/6). Kalau yang warga negara Tiongkok sudah tiba di Timika sejak satu pekan lalu,” jelas Samuel, Selasa (19/6/2018).
Menurut dia, para warga negara asing itu untuk sementara waktu diamankan pada ruang detensi Kantor Imigrasi Tembagapura di Timika.
Rekan-rekan mereka yang lain dititipkan pada beberapa tempat penginapan/hotel, lantaran ruang detensi Imigrasi Tembagapura tidak cukup luas untuk menampung mereka.
Saat ini, katanya, masih terdapat sekitar 19 warga negara asing yang berada di Nabire, menunggu pengiriman ke Timika untuk kepentingan pemeriksaan dokumen keimigrasian mereka.
Pihak Imigrasi Tembagapura berencana akan kembali mengunjungi lokasi-lokasi tambang emas rakyat di Kabupaten Nabire, untuk mencari tahu keberadaan orang asing yang bekerja di lokasi itu tanpa didukung dengan izin tinggal dan izin bekerja resmi.
Samuel berharap, semua pihak membantu upaya penertiban orang asing di lokasi tambang emas rakyat di Kabupaten Nabire.
“Kami akan kembali ke sana, sebab kami menerima informasi, bahwa masih banyak tenaga kerja asing yang bekerja di lokasi tambang emas rakyat tanpa pernah melapor ke instansi terkait,” ujarnya.
Puluhan warga negara asing asal Tiongkok, Jepang dan Korea itu ditemukan bekerja sebagai buruh di perusahaan tambang rakyat di Lagari, Distrik Samabusa, Kabupaten Nabire.
Beberapa waktu lalu, Jesaja Samuel Enock bersama sejumlah stafnya langsung mendatangi lokasi perusahaan tambang emas rakyat di Lagari dengan waktu tempuh perjalanan sekitar enam jam dari Kota Nabire.
Puluhan WNA Tiongkok tersebut diketahui bekerja pada dua lokasi perusahaan tambang emas rakyat.
Ada yang bertugas mengoperasikan alat berat, supir truk, operator peralatan untuk pemurnian emas, bahkan ada satu perempuan bertugas sebagai juru masak dan dua orang bertugas sebagai penerjemah bahasa.
Dua lokasi pertambangan emas rakyat di wilayah Lagari, Nabire tersebut juga diketahui menjalin kerja sama usaha dengan 12 perusahaan tambang.
Keberadaan puluhan WNA Tiongkok yang bekerja sebagai buruh di dua perusahaan tambang emas rakyat di Lagari, Nabire diduga melanggar aturan keimigrasian lantaran mereka menggunakan visa kunjungan sebagai wisatawan untuk bekerja. (Ant)
Baca Juga
KPU: Empat Caleg DPRP Tidak Memenuhi Syarat JAYAPURA --- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua menyatakan empat dari total 792 orang bakal calon anggota legislatif (bacaleg) Dewan Perwakila...
Pencari Kerja Demo, Tolak Penerimaan CASN Daring WAMENA – Lebih dari 200 pencari kerja di Kabupaten Jayawijaya, Papua, menggelar demonstrasi, menolak proses penerimaan Calon Aparatur Sipil Negara (CA...
Pemprov Papua Siapkan Sanksi ASN Korupsi JAYAPURA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua segera menyosialisasikan penegakan sanksi terhadap Aparat Sipil Negara (ASN) yang telah dijatuhi hukuma...
TKA Asal Cina Bekerja di Baubau, Dipulangkan BAUBAU - Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina yang bekerja pada pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di Kelurahan Kolese, Kota Baubau...
Solar Bersubsidi di Wondama Langka WASIOR – Sudah dua bulan belakangan, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, mengalami kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar. Kesul...
Bawaslu: Kampanye di Luar Jadwal Bisa Dipidana BIAK - Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Biak Numfor, Papua, menegaskan calon legislatif yang berkampanye sebelum jadwal serentak 23 September 2018 dapa...
Izin Tinggal WNA, Imigrasi Ambon Persiapkan Operas... AMBON - Kantor Imigrasi Kelas I Ambon saat ini sedang mengirimkan tim ke Namlea, Kabupaten Pulau Buru dalam rangka menjajaki operasi gabungan terkait ...