Ini Alasan Titiek Soeharto Mundur dari Golkar

Editor: Mahadeva WS

767

YOGYAKARTA – Putri Presiden RI ke-2 HM Soeharto, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, menyatakan mundur dari partai Golkar. Titiek Soeharto memilih bergabung dengan Partai Berkarya mulai Senin (11/06/2018) sore. 

Keputusan itu disampaikan Titiek Soeharto saat menghadiri acara Konsolidasi Pemenangan Partai Berkarya di Museum Memorial HM Soeharto di Kemusuk, Argomulyo, Sedayu, Bantul, Senin (11/06/2018). Lalu apa sebenarnya alasan Titiek Soeharto meninggalkan partai yang telah membesarkan namanya itu, dan memilih bergabung dengan partai bentukan adiknya, Tommy Soeharto?

Dalam pidatonya Titiek Soeharto mengisyaratkan kecewaanya, terhadap langkah politik yang diambil partai Golkar sebagai partai pendukung pemerintah. Hal itu dikatakan, membuatnya tak bisa menyuarakan dan memperjuangkan kepentingan rakyat.

Titiek Soeharto didampingi Tommy Soeharto dan Priyo Budi Santoso dalam acara konferensi pers di Moseum Memorial HM Soeharto Senin sore – Foto: Jatmika H Kusmargana

“Saya sedih, ingin menjeritkan suara hati rakyat. Tapi saya tidak dapat melakukan itu. Karena saya berada di Partai Golkar yang merupakan partai pendukung pemerintah. Seharusnya Partai Golkar bisa memberi masukan ke pemerintah. Tidak hanya sekedar mengekor dan ABS (Asal Bapak Senang),” tandasnya.

Dalam pidatonya Titiek Soeharto juga mengungkapkan rasa keprihatinan atas kondisi dan situasi di Indonesia saat ini. Dia mengkritisi banyaknya tenaga kerja Indonesia yang masih mengganggur, sementara di saat yang sama banyak tenaga kerja asing masuk ke Indonesia.

“Keadaan bangsa kita saat ini sungguh sangat memprihatinkan. Sekitar 7 juta tenaga kerja kita masih nganggur. Disaat yang sama negara kita dibanjiri begitu banyak tenaga kerja asing yang kualitasnya tidak lebih baik dari tenaga kerja kita,” katanya.

Titiek Soeharto juga menyoroti ketidakmampuan pemerintah dalam mengolah kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) untuk kesejahteraan rakyat. Dimana pemenuhan kebutuhan pangan masih harus dipenuhi dengan cara impor. Alam dan tanah yang begitu subur seolah tidak ada artinya. Karena tidak bisa mengolah dan memanfaatkanya dengan baik untuk mememuhi kebutuhan pangan.

Titiek Soeharto bersama Tommy Soeharto dalam acara konferensi pers di Moseum Memorial HM Soeharto Senin (11/6/2018) – Foto: Jatmika H Kusmargana

“Semua masih import. Beras impor, daging impor, gula impor, bawang impor, bahkan garam juga impor,” tandasnya.

Banyaknya penyelundupan narkoba juga menjadi sorotan Titiek Soeharto. Ia menilai, jika tidak dihentikan, aktivitas penyelundupan narkoba yang terjadi akan menghancurkan bangsa Indonesia.  Situasi dan kondisi bangsa seperti itulah yang menjadi alasan Titiek Soeharto, tidak bisa berdiam diri, dan memilih berjuang untuk kepentingan rakyat, melalui Partai Berkarya.

“Sebagai anak ideologis pak Harto, Saya tidak bisa berdiam diri. Karena itu saya putuskan keluar dari Partai Golkar. Dan saya memilih memperjuangkan kepentingan rakyat melalui Partai Berkarya,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...