Ini Harapan Titiek Soeharto Pasca Bergabung Dengan Partai Berkarya

Editor: Mahadeva WS

859

YOGYAKARTA – Putri Presiden RI ke2 HM Soeharto, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, menyampaikan harapan besarnya kepada Partai Berkarya pasca menyatakan diri bergabung.

Diharapkan, partai besutan Tommy Soeharto yang tak lain adalah adik kandungnya tersebut, dapat lolos Parliamentary threshold pada Pemilu Legislatif tahun depan. Hal itu dibutuhkan, agar Partai Berkaya dapat melanjutkan cita-cita Pak Harto untuk mensejahterakan dan mencerdaskan Bangsa, serta menciptakan kehidupan masyarakat yang adil makmur dan sejahtera berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Titiek Soeharto bersama Tommy Soeharto saat acara Konsolidasi Pemenangan Partai Berkarya di Moseum Memorial HM Soeharto dusun Kemusuk, Argomulyo, Sedayu, Bantul, Senin (11/6/2018) – Foto : Jatmika H Kusmargana

“Partai Berkarya harus lulus Parliamentary threshold dalam Pemilu Legislatif tahun depan, agar Partai Berkarya dapat melanjutkan cita-cita Pak Harto,” katanya Dalam acara Konsolidasi Pemenangan Partai Berkarya di Museum Memorial HM Soeharto dusun Kemusuk, Argomulyo, Sedayu, Bantul, Senin (11/6/2018).

Titiek Soeharto menyebut, harapan tersebut memang bukan sebuah pekerjaan yang mudah. Karena itu diharapkannya, seluruh masyarakat dan seluruh komponen bangsa dapat ikut membantu mewujudkan hal tersebut.

“Partai Berkarya menyadari ini adalah pekerjaan yang sangat berat, kami tidak bisa melakukannya sendiri. Oleh karena itu kami membutuhkan dukungan seluruh masyarakat dan seluruh komponen Bangsa, agar cita-cita Pak Harto dan para pendiri Bangsa ini bisa segera terwujud. Yakni mewujudkan Indonesia sebagai Bangsa yang besar bermartabat. Rakyatnya cerdas, hidup adil, makmur dan sejahtera,” paparnya.

Titiek Soeharto bersama Tommy Soeharto saat acara Konsolidasi Pemenangan Partai Berkarya di Moseum Memorial HM Soeharto dusun Kemusuk, Argomulyo, Sedayu, Bantul, Senin (11/6/2018) – Foto : Jatmika H Kusmargana

Ketua Umum Partai Berkarya, Tommy Soeharto mengaku prihatin dengan kondisi bangsa dan negara Indonesia saat ini. 20 tahun pasca reformasi, negara tak juga mampu mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan bagi  seluruh rakyatnya.

“Kita prihatin sekali 20 tahun reformasi, bukan kemajuan yang didapat, tapi keprihatinan. Saat ini kita memiliki hutang mencapai 7000 Triliun, tidak tahu kapan hutang itu bisa kembali. Apalagi selama 20 tahun reformasi kita tidak pernah tahu kapan negara ini akan jadi negara maju. Kita juga mengetahui import-import masih banyak. Padahal kita memiliki kekayaan SDM berlimpah yang harusnya bisa diolah  dimanfaatkan untuk rakyat. Belum soal pengangguran dan lain sebagainya. Ini menjadi tantangan bagi seluruh kader partai Berkarya, untuk bisa menjawabnya,” paparnya.

Baca Juga
Lihat juga...