Inilah Buah Penginspirasi Majapahit

Editor: Mahadeva WS

388
Maja baèl yang sudah matang, jatuh dari pohon - Foto Tommy Abdullah

JAKARTA – Buah maja baèl masih bersaudara dengan maja berenuk. Kendati demikian, keduanya memiliki bentuk pohon yang berbeda. Maja baèl memiliki tinggi pohon antara 12 sampai 15 meter, dengan posisi tajuk meninggi.

Kayu maja baèl  terkenal liat, tidak mudah patah. Pada ranting tanaman tumbuh duri yang kuat dan tajam. Duri maja baèl  akan tetap ada meskipun ranting itu telah tumbuh menjadi dahan besar. Bahkan bekas-bekas duri itu masih bisa tampak pada bagian batang utama.

“Pohon maja baèl  tidak mungkin dipanjat untuk dipetik buahnya. Biasanya dibiarkan tua dan jatuh dengan sendirinya. Buah, pucuk daun, dan bunga maja baèl  biasanya dipetik dengan memanjatnya menggunakan tangga yang didirikan di luar tajuk tanaman,” kata Marketing Komunikasi Taman Buah Mekarsari Firman Setiawan kepada Cendananews.

Firman menyebut, buah maja berenuk daging buahnya tidak bisa dimakan karena beracun. Sedangkan buah maja baèl  berbeda. Daging buah maja baèl  berserat, dan di dalam daging buah terkandung resin (gum) yang kental dan lengket yang berada  di antara biji. Sementara aroma buahnya sangat tajam.

Serat daging buah maja baèl inilah yang akan menimbulkan rasa pahit di lidah, ketika seseorang mengunyahnya. “Saat daging buah maja baèl  dijadikan minuman, serat daging buah ini tidak akan terkunyah, hingga rasa pahit tak terdeteksi,” jelasnya.

Di dalam daging buah maja baèl , terkandung beberapa zat, antara lain: skimmianine, aegelin, lupeol, cineol, citral, citronellal, cuminaldehyde, eugenol, mermelosin, luvangetin, aurapten, psoralen, marmelide, fagarine, marmin dan tannin.

Tannin di dalam serat daging buah itulah yang menimbulkan rasa pahit, saat serat daging buah dikunyah. Kadar pahit serat daging buah maja baèl, tidak seperti pahitnya brotowali (Tinospora crispa), atau kulit pulai (Alstonia scholaris). Selain menimbulkan rasa pahit, serat daging buah maja baèl dapat mendatangkan rasa hangat seperti mint.

Rasa mint didapatkan karena kandungan citronellal dan eugenol. Bagian tanaman maja baèl  yang bisa dikonsumsi, bukan hanya daging buah, tetapi juga pucuk daun dan bunga. Pucuk daun maja baèl tidak terasa pahit, seperti halnya serat daging buahnya. Namun rasa hangat mint saat mengunyah pucuk daun dan bunga maja baèl, tetap terasa.

Daya adaptasi tanaman maja baèl sangat tinggi. Di India dan Pakistan, maja baèl tumbuh di kawasan tropis maupun sub tropis. Saat ini maja baèl  sudah menyebar ke seluruh dunia. Di Indonesia, maja baèl  bisa tumbuh pada ketinggian nol meter dari permukaan laut (dpl) sampai dengan 1.500 meter dpl. Maja baèl  hanya bisa dikembangbiakkan dengan biji. Biji maja baèl sangat lunak dan edible. Di dalam minuman yang tak disaring, biji maja baèl  bisa dikunyah dan ditelan.

Sebagai benih, biji maja baèl harus segera disemai. Dalam waktu satu minggu, biji maja baèl sudah akan tumbuh. Tetapi pertumbuhan semai ini sangat lamban. Umur lima tahun, semaian maja baèl baru akan mencapai ketinggian kurang dari dua meter.

Maja baèl  merupakan tumbuhan dataran rendah yang panas. Di Jawa Timur dan NTT, maja baèl  bisa tumbuh dengan lebih cepat dan lebih baik dibanding di Jawa Barat yang lembab dan banyak hujan. Tanaman maja baèl  baru akan berbuah setelah berumur sekitar 10 tahun.

Bagian Sejarah Majapahit

Pasti kita mengenal Kerajaan Majapahit, kerajaan yang menguasai Nusantara dan kerajaan terbesar di sejarah Indonesia. Dalam kitab Pararaton, dan Wijaya Krama, dikisahkan orang-orang Madura yang membantu Raden Wijaya saat membabat hutan Tanah Terik mengalami kehausan. Mereka memetik dan memakan buah maja. Ternyata buah itu berasa pahit. Dari kisah itulah tercipta nama Majapahit didapatkan.

Orang-orang Madura tersebut memakan maja baèl atau Bengal quince, Aegle marmelos yang berasal dari India. Tahun 1293 saat Raden Wijaya membuka hutan Tanah Terik, maja baèl dipastikan sudah banyak tumbuh di Pulau Jawa.

Situs Amazon menyebut, maja baèl  kering bobot 100 gram ditawarkan seharga 569 rupee. Dengan kurs 1 rupee Rp 209,42 maka harga 100 gram buah maja kering adalah Rp142 ribu atau Rp1,42 juta per kilogram.

Sebagai buah bukan asli Indonesia, buah maja baèl  bisa ditemukan di Taman Buah Mekarsari. Menjadi salah satu koleksi buah langka di Mekarsari. Walau inisiator Mekarsari sudah tiada, tim Taman Buah Mekarsari masih menjaga amanah Ibu Tien Soeharto.

Baca Juga
Lihat juga...