Jadi Polisi, Nirina Zubir Susah Tahan Ketawa

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Nirina Zubir termasuk artis yang diperhitungkan dalam dunia perfilman. Peran yang dimainkan selalu mendapat sambutan yang baik dari masyarakat. Bahkan bisa dibilang ia memang pemain watak.

Dalam film Insya Allah Sah 2, Nirina mendapat peran polisi yang sudah sering dilakoninya. Masalahnya, film MD Pictures dan Umbara Brothers Film ini bergenre komedi yang menjadikan dirinya tidak konsentrasi kerja karena berhadapan dengan orang-orang yang membuatnya ketawa.

“Saya senang banget karena dipercaya berperan menjadi seorang polisi,” kata Nirina Zubir seusai press screening film Insya Allah Sah 2 di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu malam (6/6/2018).

Putri Zubir Amin, diplomat senior, kelahiran Antananarivo, Madagaskar, 12 Maret 1980, itu menerangkan peran polisi yang diperankan dirinya memang sudah banyak dilakoni selama karirnya dalam dunia perfilman.

“Terima kasih atas kepercayaannya,” ujar artis yang mengawali kariernya di dunia entertainment dengan menjadi VJ MTV Indonesia selama beberapa tahun dan memulai debut akting dalam film 30 Hari Mencari Cinta.

Selama syuting sekuel film ini, saat on camera banyak peristiwa yang membuatnya ketawa, tapi saat off camera sebenarnya lebih membuatnya ketawa.

“Karakter Raka yang diperankan Pandji itu karakternya memamg lempeng-lempeng banget, tapi lempeng yang ngegemesin banget. Di satu sisi ingin nyubit juga karena dia polos banget, jadi di lokasi syuting ingin ketawa terus,” papar peraih Piala Citra untuk Pemeran Utama Wanita Terbaik di Festival Film Indonesia (FFI) 2006 lewat film Heart, tampak berbinar ceria.

Nirina mengaku dirinya susah untuk menahan ketawa. “Yang bikin susah yang pasti memang menahan ketawa karena karaker Kapten Jingga yang saya perankan very cool dan sangat berwibawa, tiba-tiba harus berhadapan dengan Pandji dan Tata Ginting. Jadi saya benar-benar susah untuk menahan ketawa,” bebernya.

Dia menyebut kadang-kadang sudah menghapalkan dialog-dialog yang sangat serius dari karaker Kapten Jingga yang ia perankan. Tapi kemudian jadi ingin ketawa. Nirina sebisa mungkin harus bisa menahan tawa ketika terlibat adegan lucu.

Selain Pandji dan Tanta, Nirina jadi wajah baru dalam film tersebut. Karena ceritanya berbeda, maka para pemerannya juga kebanyakan bukan pemain di film pertamanya.

“Film pertama dibanding sekuel filmnya memang bedanya pada pemainnya. Aktor yang tetap disini hanya Pandji dan Tanta Ginting. Selebihnya adalah orang-orang baru. Ada saya Luna Maya, Dony Alamsyah, om Ray Sahetapy, pakde Tarsan, bunda Dewi Yull, Miller Khan, dan lain-lain,” pungkasnya.

Lihat juga...