Jaja Ahmad: Tugas Berat KY Menjaga Peradilan Bersih

Editor: Mahadeva WS

251

JAKARTA – Jaja Ahmad Jayus dan Maradaman Harahap resmi menjabat sebagai Ketua dan Wakil Ketua Komisi Yudisial (KY). Keduanya menggantikan Aidul Fitriciada Azhari dan Sukma Violetta.

Jaja Ahmad Jayus menggantikan Aidul Fitriciada Azhari dan akan menjabat untuk periode Juli 2018 hingga Desember 2020. Sementara Maradaman Harahap menggantikan Sukma Violetta.

Dalam sambutannya Jaja menyebut, KY memiliki tugas berat untuk menjaga peradilan di Indonesia tetap bersih. Diharapkannya, Anggota KY dan seluruh pegawai Sekretariat Jenderal KY untuk bekerja keras mewujudkan peradilan yang bersih. “Kita mempunyai tugas berat dalam menjaga peradilan yang bersih dan berwibawa. Tentu untuk mencapai semua itu perlu kerjasama semua yang ada di lingkungan KY, agar terwujud peradilan yang bersih,” kata Jaja, Jumat (29/6/2018).

Hal senada disampaikan Maradaman Harahap. “Saya perlu menekankan, sangat penting bagi kita bersinergi dalam membuat KY lebih kuat dalam bekerja,” ujarnya.

Juru Bicara KY Farid Wajdi menyebut, semua Anggota KY berhak mencalonkan diri sebagai ketua atau sebagai wakil ketua. Proses penentuan melalui pemilihan yang dilakukan oleh Anggota KY secara langsung, bebas dan rahasia. Prosesnya dilakukan secara terbuka untuk umum.

“Pemilihan dilakukan dalam dua tahap, dimulai dengan pemilihan ketua dan dilanjutkan pemilihan wakil ketua. Dari total tujuh Anggota KY yang memberikan suara, Jaja mengantongi lima suara, sementara satu suara untuk Aidul dan satu suara lainnya abstain. Sementara untuk Wakil Ketua KY, Maradaman memperoleh lima suara, dan dua suara lainnya memilih abstain,” terang Farid.

Farid Wajdi mengapresiasi proses pemilihan Ketua dan Wakil Ketua KY periode 2018-2020 dapat berjalan dengan baik dan lancar. “Proses demokrasi ini diharapkan memberikan dampak positif dan energi baru bagi seluruh elemen KY ke depan dalam mengawal peradilan yang bersih,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...