Jalan Alternatif Pesisir Pantai Kota Maumere Kian Sebabkan Polusi

Editor: Koko Triarko

270
MAUMERE – Debu yang beterbangan hingga ke jalan negara hingga mencapai radius 500 meter dari jalan alternatif di pesisir Pantai Kota Maumere, tak hanya mengganggu penglihatan dan keamanan serta kenyamanan pengendara, namun juga menyebabkan polusi dan mendatangkan penyakit bagi masyarakat sekitar dan pengendara itu sendiri.
“Kontraktor dan Satker Jalan Nasional harus segera mengatasi permasalahan ini dengan melakukan penyiraman rutin jalan tanah di pesisir pantai yang menjadi jalan alternatif, agar tidak menyebabkan polusi yang kian meluas, dan menganggu kenyamanan warga sekitar jalan,” ungkap Carolus W. Keupung, Dewan Pembina WALHI NTT, Kamis (21/6/2018).
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sikka, Wilhelmus Sirilus. -Foto: Ebed de Rosary
Mantan Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Provinsi NTT ini menilai, pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek jalan nasional seolah masa bodoh dan tidak menanggapi keluhan warga, sehingga jembatan yang terancam putus pun dibiarkan saja. Bahkan, katanya, jalan tanah yang semakin berdebu pun tidak diindahkan.
“Pemilihan jalan alternatif harusnya yang lebih layak, sehingga tidak menimbulkan dampak negatif yang besar bagi pengendara dan warga sekitar. Kalau hanya membangun dan mengalihkan arus lalu lintas ke jalan alternatif lalu tugasnya selesai, maka ini tidak benar,” sesalnya.
Menurutnya, pembangunan jembatan Nangameting merupakan proyek nasional yang dibiayai dari dana APBN, sehingga seharusnya pihak PPK Satker Jalan Nasional Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengalokasikan dana tambahan untuk pembangunan atau perbaikan jalan alternatif.
“Coba dibayangkan, kalau pembangunan ini bisa selesai dalam enam bulan, maka tentu dampak polusi akan semakin besar. Baru sebulan saja debu sudah sangat mengganggu dan menyebabkan polusi, dan amarah warga dan pemilik tempat usaha di sekitar lokasi jalan,” tegasnya.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sikka, Wilhelmus Sirilus, menjelaskan, memang pihaknya diminta bantuan oleh Satker Jlalan Nasional untuk mengatur arus lalu lintas yang melewati jalan alternatif di pesisir pantai, agar tidak ada pengendara yang menerobos masuk dari wilayah timur kota Maumere melewati jalan alternatif di pesisir pantai.
“Kalau petugas kami sudah tidak bertugas, maka pengendara kembali bebas menggunakan jalan alternatif yang seharusnya untuk satu arah, tetapi dibuat dua arah sehingga menyebabkan kemacetan dan meningkatkan polusi akibat banyak kendaraan yang melintas,” ungkapnya.
Jalan alternatif di pesisir pantai ini, kata Sirilus, sangat sempit sekali dan dua jembatan darurat yang dibuat sudah mulai rusak parah dan timbunan tanahnya pun sudah berantakan, akibat diterjang gelombang laut.
“Bila tidak segera diperbaiki, maka akan mengacam keselamatan pengendara, apalagi saat malam hari lokasi sepanjang jalan alternatif tidak ada penerangan. Jalan tanah pun sudah mulai amblas akibat sering dilewati kendaraan berat,” pungkasnya.
Baca Juga
Kekeringan Ekstrem Landa 10 Kabupaten di NTT KUPANG --- Hasil monitoring Hari Tanpa Hujan berturut-turut (HTH) Dasarian II September 2018 di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyebutkan, ada 11...
Warga Desa Gera di Sikka Terpaksa Minum Air yang K... MAUMERE --- Warga dusun Wolokepo desa Gera kecamatan Mego kabupaten Sikka setiap hari terpaksa meminum air yang keluar dari lubang atau celah-celah ba...
Aktivitas Mencari Ikan Sering Rusak Karang LARANTUKA – Aktivitas mencari ikan saat air laut surut atau biasa dinamakan Bekarang dalam bahasa daerah Flores Timur merupakan aktivitas yang telah d...
Sampah di Pesisir Pantai Wairterang Terus Menumpuk MAUMERE - Sampah yang bertebaran di sepanjang pesisir Pantai Wairterang, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, kian mengkhawatirkan. Jumlahnya terus ber...
Kelompok Utan Atan Berjuang Selamatkan Ekosistem L... LARANTUKA --- Sebelum 2016, aktifitas pengeboman ikan di perairan Solor termasuk di Solor Barat marak. Bahkan dalam sehari, terlihat beberapa kapal mi...
Upaya Bank Sampah Flores Terkendala Modal MAUMERE - Banyaknya sampah, terutama sampah plastik yang masih dibuang warga ke laut serta terbawa banjir saat hujan, menyebabkan kawasan pesisir pant...
Polwan Polres Flotim Galakkan Tanam Bakau dan Teru... LARANTUKA - Ada yang berbeda di Pantai Raungsunge Kelurahan Ritaebang Kecamatan Solor Barat. Pantai tersebut disambangi oleh para perempuan yang berpr...