James Sesalkan ‘Politik Uang’ di Pilkada Minahasa Tenggara

319
Ilustrasi-Dok: CDN
MINAHASA TENGGGARA – Calon tunggal Bupati James Sumendap, menyesalkan masih adanya praktik politik uang yang diduga dilakukan oleh para pendukung kolom kosong pada Pilkada Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara.
“Kami menyesalkan adanya praktik politik uang yang dilakukan oleh para pendukung kolom kosong pada Pilkada Minahasa Tenggara,” kata James, di Ratahan, Kamis (28/6/2018).
Dia menuturkan, praktik tersebut telah mencederai nilai-nilai demokrasi yang dibangun di Kabupaten Minahasa Tenggara melalui pilkada.
“Aksi tidak terpuji ini telah merusak nilai demokrasi, karena mempengaruhi pemilih dengan memberikan uang,” ujarnya.
James meminta pihak Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Minahasa Tenggara menelusurinya, dan menindak para pelaku politik uang tersebut.
“Kami meminta kasus seperti ini segera ditangani dan ditindak tegas oleh Bawaslu, karena aksi mereka telah mencederai peradaban politik di daerah,” katanya.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Kabupaten Minahasa Tenggara, Dolly Van Gobel, mengakui adanya dugaan pelanggaran pemilu terkait politik uang di Kecamatan Silian.
Laporan dugaan tersebut telah dilaporkan ke panitia pengawas kecamatan (Panwascam), dan dilimpahkan ke kabupaten, untuk diteruskan ke sentra penegak hukum terpadu (Gakumdu).
“Sudah ada laporan terjadinya politik uang di Kecamatan Silian. Dari kajian polisi dan jaksa di Gakkumdu, ada indikasi terjadi pelanggaran pidana. Saat ini kami sedang melakukan proses untuk mengklarifikasi kepada pihak pelapor, terlapor, dan saksi,” kata Dolly.
Berdasarkan informasi, oknum yang diduga pelaku politik uang memberikan uang Rp50.000 kepada warga untuk mencoblos kolom kosong.
Hasil perolehan suara pada Pilkada Minahasa Tenggara saat ini, pasangan James Sumendap dan Joke Legi unggul 67 persen, sedangkan kolom kosong 33 persen. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...