Jelang Lebaran, Permintaan Kue Semprit Meningkat

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

243

MALANG — Beberapa hari menjelang lebaran produsen kue kering di kota Malang kebanjiran order karena meningkatnya permintaan dari konsumen.

Hal tersebut juga dirasakan, Pinarsih, salah satu warga Kelurahan Gadang, Kota Malang yang memiliki usaha kue kering semprit. Mendekati hari raya Idul Fitri, permintaan mengalami peningkatan sehingga mau tidak mau ia juga harus menambah jumlah produksinya.

“Di luar bulan puasa, kami biasanya memproduksi sebanyak 170 kilogram setiap harinya. Namun menjelang lebaran, produksi ditingkatkan menjadi 190 kilogram per hari,” jelasnya kepada Cendana News di Malang, Selasa (12/6/2018).

Namum demikian, dikatakan Pinarsih, penambahan produksi tersebut dirasa sudah maksimal karena telah disesuaikan dengan jumlah tenaga kerja dan kapasitas produksi. Dimana semua proses pengerjaannya dikerjakan secara manual oleh tangan-tangan manusia.

“Selama ini pembuatannya memang tidak menggunakan mesin, semua dikerjakan manual, sehingga kami tidak bisa kalau harus menambah produksi lebih banyak lagi,” akunya.

Lebih lanjut, menurut Pinarsih, untuk membuat kue semprit sebenarnya cukup mudah, hanya memerlukan bahan-bahan di antaranya tepung alarut, mentega, gula, kelapa, telur, vanelli dan garam.

Pinarsih menunjukkan produk kue semprit
Pinarsih menunjukkan produk kue semprit. Foto: Agus Nurchaliq

Selanjutnya semua bahan tersebut dicampur untuk kemudian dijadikan adonan kue. Setelah itu dicetak untuk selanjutnya dimasukan ke dalam oven dan dikemas.

Dengan dibantu 18 orang pekerja, saat ini Pinarsih mampu memasarkan kue sempritnya hampir di seluruh wilayah Malang, Batu, Madiun, Surabaya, Ponorogo, dan Blitar. Bahkan sekarang juga sudah bisa menembus pasar modern seperti pusat oleh-oleh dan salah satu supermarket besar di Indonesia.

Sementara itu diceritakan Pinarsih, usaha semprit miliknya merupakan usaha keluarga yang didirikan orangtuanya, yakni Bapak Tamat dan Ibu Dainah sejak 1975. Namun, setelah orangtuanya meninggal di tahun 2013, usaha tersebut diwariskan dan dikelola Pinarsih bersama dengan delapan orang saudarannya.

“Kue semprit ini dapat bertahan hingga sekarang karena kami selalu mengutamakan masalah rasa. Dari para konsumen juga banyak yang mengatakan bahwa produk kue Semprit kami rasanya lebih mantab daripada semprit lainnya,” pungkasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.