Jelang Pilkada, Polresta Malang Gelar Tabligh Akbar

Editor: Makmun Hidayat

192

MALANG — Beberapa hari jelang pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur serta Walikota dan Wakil Walikota Malang, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang gelar Tabligh Akbar bersama Abdullah Gymnastiar (Aa Gym).

Acara tersebut bertajuk “Menangkal Radikalisme dan Mendukung Serta Mensukseskan Pilkada Damai di Kota Malang”.

Kapolresta Malang, Ajun Komisari Besar Polisi (AKBP) Asfuri, mengatakan dalam beberapa hari ke depan warga kota Malang yang memiliki hak suara akan melaksanakan Pilkada untuk bisa bersama-sama memberikan suaranya dalam memilih pemimpin yang terbaik.

“Untuk itu kami mohon doa, agar kami bersama dengan TNI bisa menjaga keamanan kota Malang tetap kondusif terutama dalam pelaksanaan Pilkada,” ujarnya, Minggu (24/6/2018).

Belum lagi, beberapa waktu yang lalu masyarakat Indonesia juga dikagetkan dengan peristiwa tindakan bom bunuh diri yang menyebabkan jatuhnya banyak korban. Untuk itu diharapkan semua pihak bisa bergandengan tangan untuk menangkal radikalisme dan terorisme.

Hal senada juga disampaikan Kapolda Jawa Timur yang diwakili Irwasda Polda Jawa Timur, Kombes Pol Sutardjo. Dalam sambutannya mengatakan, Indonesia merupakan negara yang besar dengan potensi yang luar biasa, dan posisi geografis yang sangat strategis, serta keanekaragaman suku dan budaya.

Aa Gym (tengah) bersama jajaran Polri dan TNI – Foto: Agus Nurchaliq

 

Menurutnya, di satu sisi, potensi tersebut merupakan modal utama bagi kemajuan bangsa, namun disisi lain potensi tersebut perlu diwaspadai karena saat ini banyak pihak yang berupaya untuk memecah belah bangsa Indonesia dan banyak pihak yang tidak ingin Indonesia menjadi negara yang besar.

Hal tersebut bisa dilihat dengan banyaknya peredaran gelap narkoba, penyebaran berita hoax, paham terorisme dan radikalisme serta isu-isu yang bersifat profokatif.

“Untuk itu melalui Tabligh Akbar ini marilah kita menjadi pribadi yang santun, berakhlak mulia dan menjunjung tinggi kebhinekaan. Disamping itu kegiatan ini juga untuk memupuk jalinan silaturahmi antara pemerintah, dengan ulama dan masyarakat sehingga terbangun hubungan yang harmonis,” ucapnya.

Dia berharap masyarakat bisa saling bekerjasama untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif terutama dalam pelaksanaan Pilkada.

Sementara itu dalam tausiahnya, Aa Gym menyebutkan jika kota Malang ingin kondusif dan Indonesia ingin bangkit maka salah satu syaratnya adalah harus siap dan bijak dengan perbedaan.

“Tidak boleh alergi dengan perbedaan karena perbedaan adalah takdir dan menjadi salah satu dari kebesaran Allah,” jelasnya.

Menurutnya, sebenarnya masalah bukan terletak pada perbedaannya tapi sikap seseorang dalam menghadapi perbedaan ini yang sering menjadi masalah.”Beda itu tidak berarti lawan atau musuh. Oleh karena itu mari kita cari persamaan sebelum mencari perbedaan. Jangan emosi dengan perbedaan,” sebutnya.

Dia menandaskan, siapapun yg jadi walikota sudah tertulis di lauhul mahfudz.

Syarat selanjutnya adalah tidak sibuk menonjolkan diri masing-masing. Jika ingin membangun negeri ini jangan merasa paling berjasa dan paling hebat.

“Lakukan yang terbaik dan lupakan. Hanya memberi tak harap kembali,” ujarnya seraya mengajak untuk bijak dengan perbedaan, dan menghormati pilihan orang lain.

Deklarasi oleh Aliansi Malang Kondusif – Foto: Agus Nurchaliq

 

Sementara itu dalam acara tersebut juga dilakukan deklarasi oleh Aliansi Malang Kondusif untuk menolak paham radikal dan terorisme di kota Malang, menolak segala bentuk ujaran kebencian, berita hoax dan isu SARA serta mendukung pemberantasan penyalahgunaan narkoba.

Lihat juga...

Isi komentar yuk