Jembatan Darurat di Nangameting, Terancam Putus

Editor: Koko Triarko

554
MAUMERE – Kondisi dua jembatan darurat yang dibangun pihak kontraktor di jalan alternatif pesisir pantai Kelurahan Nangameting, terancam putus akibat tergerus ombak.
“Kondisi jembatan semakin parah. Saat pasang air laut akan mengalir melewati badan jembatan dan menggerus tanah yang ditimbun di atas jembatan tersebut. Bahkan, jalan tidak kelihatan karena dipenuhi air laut,” sebut Arnoldus Kesa, salah seorang pengendara, Selasa (19/6/2018) siang.
Ketua Presidium PMKRI cabang St.Thomas Morus Maumere, Bentho Rany, -Foto: Ebed de Rosary
Menurut Arnoldus, turap penahan jembatan juga sudah tergerus air laut akibat dihantam ombak, serta mengikis timbunan tanah di atas jembatan darurat.
Timbunan batu untuk penopang besi gelagar jembatan mulai rubuh, sehingga jembatan sudah terancam ambruk.
“Saat pasang, air laut bukan saja melewati bagain atas jembatan, tetapi juga di bagian bawah jembatan yang dipenuhi timbunan tanah pun sudah dilewati air laut yang masuk ke muara Kali Mati,” ungkapnya.
Ketua PMKRI cabang St. Thomas Morus Maumere, Bentho Rany, mengatakan, pengalihan arus jalan nasional trans Maumere-Larantuka dinilai tidak memiliki kajian serta pertimbangan yang baik, dikarenakan jalur jalan alternatif yang digunakan pada dasarnya tidak layak untuk dilewati oleh kendaraan dengan tipe penggunaan jalan trans kabupaten.
“PMKRI Maumere menilai, pemerintah sangat menyalahgunakan bahu turap sebagi jalan alternatif. Sebab, bahu turap berfungsi sebagai penahan ombak dan membelah ombak. Sesuai advokasi yang dilakukan oleh PMKRI Maumere, Ketua RT 014 Kelurahan Nangameting yang berdomisili di sekitar turap tidak mengetahui adanya sosialisasi ini,” sebutnya.
Bentho menambahkan, pemerintah dalam hal ini Satker Jalan Nasional gagal dalam melakukan kajian dan terkesan terburu-buru mengambil tindakan ini. Karena sampai sekarang, warga di sekitar lokasi pasar senja tidak pernah mendapatkan sosialisasi terkait pengalihan jalur lalulintas menuju arah timur keluar kota.
“Karena itu, PMKRI Maumere mendesak pemerintah untuk mengoptimalkan jalur lingkar luar, karena jika tetap dipaksakan, maka bahu turap dalam waktu dekat akan ambruk. Penggunaan bahu turap tidak sesuai fungsinya dan mengakibatkan kerusakan bahu turap sebagai penahan ombak,” tegasnya.
Selain itu, tambah Bentho, kendaraan dari arah timur dan barat Kota Maumere, yang masih melintasi jalur jalan ini melalui Pasar Senja Wairotang yang sangat sempit dan berbelok tajam, mengakibatkan pertemuan arus kendaraan. Hal ini mengakibatkan kemacetan parah, bahkan kendaraan dari dua arah tidak bisa bergerak sama sekali dan tertahan berjam-jam.
“Proses jual beli di Pasar Senja Wairotang terhambat, pendapatan pedagang berkurang dan pencemaran lingkungan terjadi di sekitar pasar. Peningkatan polusi udara dan polusi suara atau kebisingan sangat  mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar bahu turap Kelurahan Nangameting dan Waioti,” terangnya.
PPK 64 Maumere Waerunu Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah IV provinsi NTT, A.A.Gede Esa Aristadathu Sanjaya, menyebutkan, jalur jalan alternatif di pesisir pantai hanya boleh dilewati kendaraan dari arah barat kota Maumere ke wilayah timur. Namun pengendara tidak mematuhi aturan ini, sehingga menyebabkan kemacetan.
“Seharusnya arus kendaraan dari arah timur kota Maumere tidak boleh melewati jalan alternatif di pesisir pantai dan melewati jalan Bray bagi sepeda motor dan jalan lingkar luar bagi kendaraan roda empat, namun ini tidak dipatuhi,” ungkapnya.
Agung, sapaannya, mengaku pihaknya akan kembali melakukan sosialisasi dan memasang penunjuk arah berukuran besar, agar bisa dilihat dan dipatuhi pengendara.
Namun, katanya, semuanya itu kembali lagi kepada pengendara itu sendiri. Sebab ,bila petugas dari Dinas Perhubungan tidak menjaga di lokasi, pengendara akan melanggar aturan.
“Kalau jembatan darurat yang mau putus saya akan minta pihak kontraktor untuk segera memperbaikinya, agar tidak menggangu keamanan pengendara. Tapi, pengendara juga harus mematuhi aturan yang dibuat karena sudah disampaikan lewat radio dan tanda-tanda lalu lintas juga sudah dipasang,” pungkasnya.