Jumlah Penumpang Arus Balik di Bakauheni, Melonjak

Editor: Koko Triarko

241
LAMPUNG – Pelabuhan Bakauheni mulai mengalami lonjakan jumlah penumpang, terutama penumpang pejalan kaki dari sejumlah kota di Lampung, pada H+4 Lebaran, Rabu (20/6/2018).
Mereka memadati loket penjualan tiket pejalan kaki. Ada 14 loket penjualan tiket penumpang pejalan kaki yang disiapkan, dengan petugas khusus dari Taruna Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) yang bertugas melayani penjualan tiket.
Anton Murdianto, General Manager PT.ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni [Foto: Henk Widi]
Sementara itu guna mengatasi panjangnya antrean, petugas memberlakukan antrean kelompok. Pembeli tiket dipisahkan antara laki-laki dan perempuan, dan pembelian dilakukan sistem berwakil oleh pemudik arus balik rombongan.
Anton Murdianto, General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, mengatakan, sesuai prediksi, penumpang pejalan kaki mulai mengalami peningkatan pada H+3 atau Selasa (19/6) hingga Rabu (20/6) atau H+4.
Untuk itu, PT. ASDP cabang Bakauheni telah menyiapkan 14 loket penumpang, dari biasanya hanya lima loket dan 31 loket kendaraan dengan rincian 17 loket roda empat dan 14 loket roda dua.
“Puncak arus balik memang diprediksi pada hari keempat dan kelima lebaran. Namun, dengan adanya libur panjang, prediksi bisa berubah. Namun bagi pekerja di instansi pemerintah yang harus masuk keja hari Kamis, maka hari Rabu ini sudah balik ke Jawa,” ungkap Anton Murdianto, saat dikonfirmasi Cendana News, Rabu (20/6/2018).
Anton Murdianto menyebut, tren penumpang pejalan kaki ramai di Pelabuhan Bakauheni sejak pagi hingga sore hari. ASDP cabang Bakauheni telah mempersiapkan berbagai fasilitas pendukung di pelabuhan, demi mendukung kelancaran dan kenyamanan para pengguna jasa selama arus balik Lebaran. Khusus kendaraan roda dua pada arus balik, kapal khusus bahkan disiapkan di Dermaga VII, V, dan VI.
Penumpang pejalan kaki dapat menikmati ruang tunggu yang nyaman berkapasitas hingga 1.000 orang. Ada pun di loket tiket penumpang, telah disiapkan juga jalur khusus bagi ibu hamil, balita, lansia dan difabel.
Selain itu, juga disediakan fasilitas kesehatan, toilet bersih, ruang menyusui dan lainnya. Sejumlah relawan dari PMI, Pramuka, Satuan Polisi Pamong Praja, Sat Brimob dan petugas dari KSOP siap melayani pemudik arus balik.
Meski terlihat mengalami lonjakan, Anton Murdianto memastikan belum seluruh pemudik asal Sumatera kembali ke Jawa.
Pada arus balik, menyesuaikan jumlah pemudik (turun dari Merak) tercatat penumpang diseberangkan dari Jawa ke Sumatera mencapai 970.327 orang. Sementara, jumlah penumpang yang telah kembali ke Jawa hingga Lebaran hari keempat (H+3) sesuai data posko harian ASDP hingga pukul 08.00 pagi tercatat penumpang kembali baru 386.676 orang. Dengan demikian, 583.651 orang belum kembali ke Jawa.
Sesuai data pula, puncak arus mudik dari Merak yang terjadi pada H-3 (12/6) dengan jumlah penumpang per hari mencapai 170.998. Pada data yang sama, H+3 ASDP mencatat baru menyeberangkan penumpang ke Jawa sebanyak 144.645 penumpang asal Sumatera. Jumlah tersebut terdiri dari 23.670 pejalan kaki dan 120.975 penumpang dalam kendaraan.
Selain penumpang, total kendaraan roda dua yang sudah kembali ke Jawa dalam angkutan lebaran dari Sumatera berjumlah 34.077 unit, dari 83.845 unit kendaraan roda dua asal Jawa yang diseberangkan dari Merak.
Dari data tersebut, tercatat masih ada 49.768 unit kendaraan roda dua belum kembali ke Jawa.
Khusus untuk kendaraan roda empat, pemudik asal pulau Jawa yang menyeberang ke Sumatera berjumlah 99.294 unit saat arus mudik. Pada arus balik, kendaraan roda empat yang sudah kembali ke pulau Jawa mencapai 43.942 unit, sehingga 55.532 unit belum kembali ke pulau Jawa.
Sesuai data harian, puncak lonjakan arus kendaraan dari Merak ke Bakauheni pada H-2 berjumlah 15.780 unit bisa terlampaui saat arus balik mencapai 16.307 unit pada H+3 lebaran.
Terkait lonjakan penumpang pejalan kaki, Fery Hendry Yamin, petugas Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli (KBPP) KSOP Kelas V Bakauheni, mengaku telah melakukan tindakan tegas pembatasan jumlah pejalan kaki.
Sesuai aturan keselamatan kapal, jumlah pejalan kaki yang diperbolehkan di setiap kapal telah ditentukan sesuai dengan GT kapal.
“Saya tegaskan demi keselamatan pelayaran saat arus balik, petugas kapal menyesuaikan kapasitas kapal, jangan memuat berlebih,” beber Fery Hendry Yamin.
Menurutnya, petugas KSOP telah dibekali dengan alat checker menyesuaikan muatan kapal yang sandar di tiga dermaga, di antaranya Dermaga I, II, III yang terkoneksi dengan gangway.
Lonjakan arus balik dari Sumatera ke Jawa yang dibarengi dengan kedatangan pejalan kaki dari Jawa ke Sumatera berimbas gangway mengalami stagnasi, yang diatasi oleh petugas KSOP dengan melakukan sistem buka tutup, agar tidak penumpang arus balik tak berdesakan.
Lihat juga...

Isi komentar yuk