Kawanan Babi Serang Lahan Jagung di Pesisir Selatan

340
PESISIR SELATAN – Menjelang lebaran tahun ini, pentani jagung di Indrapura, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, mengalami kerugian hingga 50 persen, akibat serangan hama babi. 
Dodi, petani jagung, mengatakan hama babi hampir menyerang tanaman jagung setiap harinya. Para babi itu mamakan tanaman jagung mulai dari saat awal berbuah, hingga tiba masa panen.
“Dalam sehari itu, bisa dikatakan lima batang jagung habis dirusaki. Tidak hanya di siang hari, para babi juga masuk ke kebun di malam hari,” katanya, Senin (11/6/2018).
Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sumatera Barat, Candra/Foto: M. Noli Hendra
Menurutnya, guna mengantisipasi serangan hama babi itu, pihaknya memasang pagar kawat di sekeliling kebun. Tapi, pagar kawat itu masih tetap ditembus, sehingga membuat para babi bisa masuk ke dalam kebun.
Dengan adanya serangan hama babi itu, hasil panen yang semula mampu menghasilkan empat ton jagung, kini hanya dua ton jagung saja. Kondisi itu, hampir dialami oleh seluruh petani jagung di Indrapura.
“Di saat kita sudah pulang ke rumah, mungkin di saat itu mereka masuk ke kebun. Karena pagi harinya saat sampai di kebun, sudah ditemukan jagung- jagung berserakan, yang usai dimakan babi,” jelasnya.
Menurutnya, sebelumnya serangan hama babi tidak begitu parah, dan masih bisa diminimalisir. Tidak diketahui sebab begitu gilanya serangan hama babi kali ini.
Selain merosotnya produksi panen jagung, kini harga jagung juga turut turun, yakni berada di harga Rp2.900 per kilogram. Jagung yang dipenen merupakan jagung hibrida, yang digunakan untuk pakan dan untuk digoreng kering menjadi usaha rumahan.
“Kalau harga bagus Rp3.500 per kilogram. Padahal, mau berlebaran, hasil panen menurun, harga nya pun ikut turun,” sebutnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sumatera Barat, Candra, mengatakan hama babi memang merupakan ancaman bagi petani jagung. Persoalan datangnya hama, salah satunya tidak adanya makanan di dalam hutan.
“Babi itu biasanya masuk ke kebun warga, karena makanan di dalam hutan sudah habis. Jadi, mereka keluar dari hutan dan mencari makanan di kebun warga,” ujarnya.
Candra menyarankan, untuk mengantisipasi serangan hama babi, supaya tidak melakukan aktivitas membakar makanan atau pun memasak hal jenis apa pun. Karena aroma membakar itu bisa mengundang datangnya babi.
Baca Juga
Lihat juga...