Kebakaran, Banyak Arsip Bappeda Flotim tak Terselamatkan

Editor: Koko Triarko

343
LARANTUKA – Kebakaran yang melanda Kantor Bappeda Flores Timur, Dinas Perumahan Rakyat dan Kantor Kas Bank NTT, menimbulkan banyak kerugian, termasuk dokumen yang ada di dalam kantor tersebut tidak bisa diselamatkan.
“Kantor Bappeda Flores Timur mengalami kerugian paling banyak pada dokumen perencanaan, sebab semua dokumen perencanaan di bidang penelitian dan pengembangan (Litbang) berada di lantai dua dan sebagian merupakan arsip lama,” sebut Kepala Bappeda Flotim, Theo Hadjon, Selasa (19/6/2018).
Kapolres Flores Timur, AKBP Arri Vaviriyantho, S.I.K., M.Si., -Foto: Ebed de Rosary
Menurut Theo, dirinya belum bisa  memastikan arsip apa saja yang tidak bisa diselamtkan, karena para pegawai sedang libur. Setelah masuk libur Lebaran tanggal 21 Juni nanti, baru akan dicek dan dilakukan pendataan secara menyeluruh arsip apa saja yang terbakar.
“Nanti setelah dilakukan pengecekan, baru kita akan sampaikan. Saat ini kita belum bisa lakukan pendataan kerugian. Kami bersyukur karena api segera bisa dipadamkan, sehingga tidak sampai menghanguskan lantai satu kantor Bappeda,” ungkapnya.
Theo menjelaskan, sebagian arsip dan aset kantor sudah dipindahkan ke gedung baru yang direncanakan akan ditempati saat masuk libur Lebaran tanggal 21 Juni 2018 nanti. Hanya ada lemari arsip di lantai satu yang belum dipindahkan, karena masih menunggu dilakukan seremonial adat.
“Kemungkinan dokumen di Dinas Perumahan Rakyat perkiraan asal titik api, semuanya tidak bisa diselamatkan,” ungkapnya.
Kapolres Flotim AKBP, Arri Vaviriyantho, S.I.K., M.Si., mengatakan, belum mengetahui jumlah kerugian di ketiga kantor yang terbakar, karena polisi  masih mengambil keterangan dari ketiga kepala kantor yang terbakar tersebut, yakni Kepala Bappeda, Dinas Perumahan Rakyat dan Bank NTT Larantuka.
“Kami sudah berkoordinasi dengan laboratorium forensik Denpasar untuk mengetahui sebab kebakaran. Kami juga  sudah mencatat nama-nama saksi, memasang garis polisi (police line) di lokasi kebakaran,” tuturnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Flotim, Ignas Uran, menyesalkan tidak sigapnya mobil pemadam kebakaran yang pengelolaannya berada di Satpol PP Flotim, sehingga terlambat tiba di lokasi
“Pengalaman yang terjadi selama ini aparat TNI dan Polri yang merespon cepat dan tiba sejak awal di lokasi kebakaran dan melakukan upaya pemadaman api. Melihat kondisi ini, memang sebaiknya serahkan saja mobil pemadam kebalaran ke TNI atau Polri, karena kedua institusi ini lebih sigap,” ungkapnya.
Baca Juga
Lihat juga...