banner lebaran

Kebanjiran Parsel, Sandiaga Lapor KPK

Editor: Mahadeva WS

200

JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku kebanjiran kiriman parsel Lebaran. Karena banyaknya kiriman, Sandiaga Uno sampai tidak tahu jumlah parsel yang berdatangan ke rumahnya di Senopati, Jakarta Selatan. 

Dengan kondisi tersebut, Sandiaga mengaku sudah berkoordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dipastikannya, arahan KPK untuk menyikapi hal tersebut akan diikuti. “Sudah nggak kehitung. Banyak banget (parselnya). Karena dulu, saya dikirim itu banyak sekali waktu menjadi pengusaha. Parsel-parsel tersebut arahan dari KPK untuk difoto dan dilaporkan,” ujar Sandi Ancol, Jakarta Utara, Rabu (13/6/2018).

Selain parsel pakaian, ada juga parsel berisi makanan. Sebagian dari parsel sudah dibagikan ke beberapa masjid di Jakarta. Hal tersebut mengingat jenis makanan yang berbeda, ada yang tahan lama dan ada yang tidak.

“Untuk makanan yang cepat busuk, segera dibagikan. Jadi kami bagikan ke beberapa masjid kemarin. Untuk makanan yang expired date (kedaluwarsa) agak lama, nanti kita menunggu arahan apakah itu dibagi juga kepada kaum yatim dan duafa, atau ada arahan lain dari KPK,” tambahnya.

Pengirim parsel berasal dari kawan bisnis semasa masih menjadi pengusaha. Mereka belum banyak yang tahu saat ini Dirinya tidak boleh lagi menerima apa pun bentuk gratifikasi. Diketahui, Aparatur Sipil Negara (ASN) dilarang menerima berbagai pemberian yang berkaitan dengan jabatannya.

Berdasarkan Undang-undang No.20/2001 tentang Perubahan atas Undang-undang No.31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, pemberian hadiah dapat dikategorikan sebagai gratifikasi. Pejabat negara dapat terhindar dari sanksi jika melaporkan pemberian tersebut kepada KPK.

Sebagai pejabat publik, Sandiaga Uno sudah beberapa kali melaporkan hadiah atau parsel yang diterimanya. Bahkan Sandiaga menduduki peringkat kelima dalam sepuluh besar kepatuhan pelapor gratifikasi 2015-2018. Dalam data KPK per Maret 2018 tersebut, Sandiaga Uno melaporkan 21 dugaan gratifikasi.

Sandi juga pernah masuk dalam daftar ASN paling sering lapor gratifikasi versi KPK. Sandi melaporkan 21 dugaan gratifikasi.  Sebelumnya KPK juga telah mengimbau penyelenggara negara menolak pemberian, parsel, dan fasilitas lain dari siapa pun dalam rangka perayaan Lebaran. Apalagi pemberian yang terindikasi sebagai gratifikasi.

“Sebagai pegawai negeri atau penyelenggara negara‎ hendaknya dapat menjadi teladan yang baik bagi masyarakat dengan menolak pemberian gratifikasi,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo di Gedung KPK, Jakarta, Senin (4/6/2018).

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.