Kebijakan Pengurusan Penambahan Nilai Masih Menyulitkan

Editor: Mahadeva WS

227

YOGYAKARTA – Sejumlah perubahan kebijakan dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang dilakukan Disdikpora DIY tahun ini belum sepenuhnya memudahkan siswa. 

Masih ada sejumlah kebijakan yang dinilai menyulitkan siswa. Salah satunya adalah pengurusan penambahan nilai prestasi yang masih harus dilakukan langsung di kantor Disdikpora DIY yang berada di Kota Yogyakarta.

Ketua Panitia PPDB SMK Negeri 2 Pengasih Kulonprogo, FX Wastono – Foto: Jatmika H Kusmargana

Ketua Panitia PPDB SMK Negeri 2 Pengasih Kulonprogo FX Wastono menyebut, kebijakan itu akan menjadi masalah bagi siswa yang tinggal di pelosok daerah seperti Kulonprogo atau Gunungkidul. “Tentu siswa yang di pelosok harus pergi ke kota untuk mengurus penambahan nilai prestasi. Padahal jaraknya cukup jauh. Alangkah baiknya jika pengurusan itu bisa dilakukan di Kabupaten lewat Balai Pendidikan Menengah,” katanya, Kamis (28/6/2018).

Sejak alih kepengurusan sekolah tingkat SMA dan SMK dari kabupaten dan kota ke provinsi beberapa tahun lalu, proses PPDB juga mengalami perubahan. PPDB tingkat SMA dan SMK tidak lagi ditangani oleh pemerintah kabupaten dan kota. Pengelolaan PPDB SMA dan SMK dilakukan pemerintah provinsi.

Segala proses pengurusan PPDB juga harus dilakukan ke Disdikpora DIY yang berada di Kota Yogyakarta. Untuk menjembatani hal tersebut, Disdikpora DIY membentuk Balai Pendidikan Menengah (Balai Dikmen) di tiap kabupaten dan kota di DIY. Keberadaanya agar siswa di daerah tidak perlu jauh-jauh ke kota.

“Tahun lalu, siswa di daerah harus mengurus Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) ke kantor Dikpora DIY di kota. Namun tahun ini pengurusan SKTM sudah bisa dilakukan di Balai Dikmen. Mestinya pengurusan itu tidak hanya untuk SKTM saja, namun juga untuk penambahan nilai prestasi,” harapnya.

Rangkaian jadwal PPDB tingkat SMA dan SMK di DIY sudah dimulai pada Kamis (28/6/2018). Dimulai dengan pengambilan Token atau Pin aktifasi pendaftaran secara online serta verifikasi di sekolah pada 28 hingga 29 Juni dan 2 hingga 4 Juli. Proses kemudian dilanjutkan dengan pendaftaran sekaligus seleksi secara online pada 3 hingga 5 Juli mendatang.

Seperti jenjang sekolah lainnya, proses PPDB tingkat SMA dan SMK di DIY menerapkan sistem zonasi. Dimana kuota 90 persen diperuntukkan bagi siswa DIY, 5 persen bagi siswa jalur prestasi dan 5 persen bagi siswa alasan khusus. Dari total jumlah kursi juga terdapat kuota 20 persen bagi siswa kurang mampu.

Baca Juga
Lihat juga...