Kemacetan Terjadi di Gerbang Tol Bakauheni Selatan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

449

LAMPUNG — Memasuki hari kedua (H-2) sebelum lebaran Idul Fitri 2018/1439 Hijriyah terjadi lonjakan arus kendaraan dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera. Pada Rabu dini hari (13/6) tercatat dari data produksi angkutan lebaran 2018 dari Merak sebanyak 10.483 unit kendaraan diseberangkan dari pelabuhan Merak.

Sebagian kendaraan memilih melintas di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) meski harus mengalami kemacetan sekitar satu kilometer, tepatnya di KM 03 JTTS tak jauh dari pelabuhan Bakauheni. Imbas dari kemacetan, sejumlah kendaraan roda empat memilih mengarah ke Jalan Lintas Sumatera.

Heru (34) salah satu pengendara asal Serang Banten tujuan Lampung Tengah menyebutkan, ia mengira akses jalan tol sudah dapat difungsikan sepanjang 140,94 kilometer. Meski demikian sesampainya pelabuhan Bakauheni JTTS baru difungsikan sepanjang 8,9 kilometer.

“Saya sempat mendapat informasi jalan tol bisa dipergunakan seluruhnya namun ternyata baru dipergunakan beberapa kilometer dan masih gratis saat melintas menggunakan tiket elektronik tol,” terang Heru salah satu pemudik pengguna kendaraan roda empat saat ditemui Cendana News di gerbang tol Bakauheni Selatan, Rabu (13/6/2018)

Setibanya di pelabuhan Bakauheni ia menyebut baru pertama kali melintas di Jalan Tol ruas Bakauheni Terbanggibesar (Bakter). Meski mengalami kemacetan sekitar satu kilometer di gerbang tol Bakauheni Selatan ia memastikan kondisi akses jalan tol sudah cukup memadai meski belum dilengkapi fasilitas memadai.

Melintas menggunakan jalan tol disebutnya lebih lambat dibandingkan dengan Jalan Lintas Sumatera. Waktu sekitar setengah jam tersita karena macet di pintu masuk.

Pemudik lain, Bayu (30) asal Tasikmalaya Jawa Barat tujuan Kotabumi Lampung Utara menyebut memilih Jalinsum. Pasalnya sebelum menyeberang dari pelabuhan Merak ia sudah memperoleh informasi terkait kemacetan di gerbang tol Bakauheni Utara. Ia memastikan bisa menghemat waktu sekitar setengah jam dibandingkan menggunakan jalan tol.

“Tadi sempat akan masuk tol namun informasi macet membuat saya memilih melintas di Jalinsum dan ternyata lebih cepat,“ beber Bayu.

Hutama Karya
Kepala cabang PT Hutama Karya pengelola tol ruas Bakauheni-Terbanggibesar [Foto: Henk Widi]
Kemacetan di gerbang tol Bakauheni Selatan diakui oleh Sutris salah satu petugas keamanan yang melakukan pengaturan lalu lintas kendaraan sebelum masuk ke tol.

Kemacetan di gerbang tol Bakauheni Selatan disebutnya kerap terjadi ketika jam-jam tertentu saat waktu bongkar muatan kapal yang sandar di pelabuhan Bakauheni. Volume lalu lintas yang melintas di gerbang tol Bakauheni Selatan bahkan terus meningkat Sejak H-8 pada Kamis (7/6).

Hanung Hanindito, Kepala cabang PT.Hutama Karya, pengelola jalan tol ruas Bakter menyebut selama angkutan lebaran volume kendaraan yang melintas naik setiap hari 3.000 hingga 4.000. Jumlah tersebut terdiri dari kendaraan golongan 1 hingga golongan 5.

Pada Kamis (7/6) kendaraan yang melintas berjumlah 6.665 unit terdiri dari, Jumat (8/6) berjumlah 9.229 unit. Sabtu (9/6) kendaraan yang melintas berjumlah 13.882 unit.

Minggu (10/6) kendaraan melintas berjumlah 14.595, Senin (11/6) berjumlah 13.122. Jumlah kendaraan melintas di gerbang tol Bakauheni Selatan sejak Selasa hingga Rabu sedang dalam tahap pemasukan data.

Baca Juga
Lihat juga...